Berita  

Sorotan Publik Menguat, Gubernur Anwar Hafid Diminta Tegas Soal Tambang dan Lingkungan

Dilansir hariansulteng.com, pernyataan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid terkait penebangan satu pohon mahoni di depan rumah jabatan memantik diskusi luas di ruang publik. Di satu sisi, gubernur menunjukkan kepedulian terhadap warisan lingkungan yang ditanam puluhan tahun lalu. Namun di sisi lain, masyarakat menilai isu lingkungan Sulawesi Tengah jauh lebih besar dan menuntut langkah nyata.

Anwar Hafid menyampaikan kemarahannya karena pohon mahoni yang ditebang memiliki nilai sejarah dan manfaat ekologis bagi kota Palu. Ia menegaskan bahwa penataan kota seharusnya mengedepankan penanaman, bukan penebangan. Pernyataan ini mendapat respons positif, terutama dari kalangan pemerhati lingkungan perkotaan.

Namun sorotan publik tidak berhenti di situ. Warganet mempertanyakan konsistensi kebijakan lingkungan di tingkat provinsi, khususnya terkait deforestasi dan aktivitas pertambangan di berbagai wilayah Sulawesi Tengah. Kritik muncul karena dampak pertambangan dinilai masih dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari kerusakan hutan, pencemaran air, hingga konflik lahan.

Anwar Hafid menyebut bahwa pertambangan memiliki manfaat dan mudarat, serta menilai sebagian pihak kerap hanya melihat sisi negatif. Pernyataan ini justru memicu tuntutan transparansi. Publik meminta data terbuka, berapa tambang yang telah ditertibkan, ditutup, atau diberi sanksi oleh satuan tugas yang dibentuk pemerintah.

Bagi masyarakat, kepedulian lingkungan tidak cukup berhenti pada simbol atau satu kasus penebangan. Yang dinantikan adalah keberanian mengambil keputusan tegas, menegakkan aturan, dan melindungi ruang hidup warga. Di sinilah ujian kepemimpinan diuji, bukan oleh kata-kata, melainkan oleh dampak nyata yang dirasakan rakyat. (Hip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250