PASANGKAYU – Pekerjaan rehabilitasi jembatan di wilayah desa Batuoge harus dihentikan setelah ditemukan retak pada struktur slop area jembatan yang menjadi bagian penting dari proyek. Hasil pemeriksaan menunjukkan retak tersebut cukup signifikan dan berpotensi menimbulkan bahaya keamanan, sehingga tim pelaksana pekerjaan (TPK) rehab jembatan yang di maksud memutuskan tidak melanjutkan pekerjaan.
Menurut kepala Desa Arif P, Sebagai tindak lanjut, TPK telah mengajukan usulan untuk mengembalikan sisah dana yang belum terpakai ke rekening kas desa.
” Adapun sisah dana pekerjaan itu di kembalikan ke kas desa dan selanjutnya kami mengadakan musyawarah, hingga sisah dana kurang lebih seratus juta, kami gunakan atau kami alihkan ke pekerjaan pembangunan lain demi kepentingan masyarakat desa batuoge, ” Jelasnya. Kamis (18/12/2025).
Kepala Desa menyatakan akan melakukan evaluasi ulang terhadap desain dan pengecekan awal proyek untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Pemeriksaan lebih lanjut juga akan dilakukan untuk menentukan langkah perbaikan slop sebelum mempertimbangkan kembali pekerjaan rehab jembatan tersebut. (Hip)














