KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, memberikan arahan penting kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) usai libur panjang Paskah. Dalam apel pagi di Halaman Gedung Sasanga, Selasa (7/4/2026), kepala daerah ini menyoroti tiga hal krusial: nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), penguatan fiskal, dan kesiapsiagaan menghadapi fenomena El Nino.
Gubernur mengawali arahannya dengan ucapan selamat Paskah serta apresiasi atas suksesnya Festival Paskah Pemuda GMIT yang mendapat perhatian langsung Wakil Presiden RI.
Jaminan Nasib PPPK
Menanggapi isu penataan PPPK, Gubernur Melki memberikan kabar baik dan kepastian hukum. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat melalui Wapres Gibran Rakabuming telah menugaskan kementerian terkait untuk mencari solusi terbaik.
“Komitmennya jelas: TIDAK ADA PPPK yang akan dirumahkan. Kementerian PANRB, Kemendagri, dan Kemenkeu akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencari solusi yang adil dan tepat bagi daerah,” tegas Gubernur.
Tegas soal Keuangan: Tutup Kebocoran!
Dalam hal pengelolaan keuangan daerah, Gubernur menekankan pentingnya penguatan fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan efisiensi belanja.
Ia memperingatkan dengan sangat tegas bahwa pihaknya tidak akan main-main dan siap melibatkan aparat penegak hukum jika ditemukan penyimpangan.
“Kondisi fiskal kita terbatas. Minta seluruh OPD optimalkan potensi dan TUTUP KEBOCORAN. Tidak boleh ada pemborosan. Jika masih ada penyimpangan, kami akan tindak tegas sampai ke hukum,” ujarnya.
Disiplin anggaran ini dinilai sangat penting untuk mempersiapkan dana darurat menghadapi ancaman bencana.
Waspada Ancaman El Nino
Gubernur juga mengingatkan seluruh jajaran untuk waspada terhadap prediksi BMKG mengenai fenomena El Nino yang diprediksi akan berlangsung lebih panjang dan ekstrem tahun ini. NTT disebut sebagai salah satu wilayah yang paling berisiko terdampak.
“El Nino bisa memicu krisis air bersih, gagal panen, dan gangguan ekonomi. Kita harus siap siaga. Anggaran harus diprioritaskan untuk antisipasi kondisi darurat ini,” jelasnya.
Oleh karena itu, efisiensi belanja menjadi kunci agar setiap rupiah benar-benar bermanfaat dan bisa dialihkan untuk kebutuhan mendesak masyarakat.
Laporan : Rocky marsiano Taseseb
Sumber : Biro Administrasi Pimpinan Setda Prop.NTT
Editor : MSR








