Berita  

Gubernur NTT Dorong Percepatan Digitalisasi dan Evaluasi Layanan Publik, Kenang Mendiang Alexander Koroh sebagai Sosok Gugur dalam Tugas

KUPANG, – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, kembali menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi digital serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT. Hal ini disampaikannya saat memimpin Upacara Kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur NTT, Gedung Sasando, Senin pagi.Dalam amanatnya, Gubernur Melki menggarisbawahi bahwa pelayanan publik saat ini harus responsif terhadap kemajuan teknologi, didukung oleh kedisiplinan tinggi ASN, serta ditopang oleh penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).Upacara yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambros Kodo, ini turut dihadiri Wakil Gubernur Johni Asadoma, jajaran staf ahli, asisten Sekretaris Daerah, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh ASN lingkup Pemprov NTT.

Momen haru juga mewarnai upacara tersebut, di mana seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa untuk almarhum Alexander Koroh, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) NTT yang meninggal dunia pada Minggu (17/05/2026) di Jakarta saat sedang menjalankan tugas dinas.

“Kepergian Pak Alex adalah kehilangan besar bagi kita semua. Beliau gugur dalam tugas,” ujar Gubernur Melki dengan nada sedih, mengenang dedikasi almarhum bagi pembangunan daerah.

Terkait penyelenggaraan pemerintahan, Gubernur memberikan instruksi tegas kepada seluruh kepala OPD untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan yang berjalan saat ini. Evaluasi tersebut bertujuan mengukur efektivitas kinerja serta memastikan layanan publik telah menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital yang kian pesat.

“Saya minta setiap OPD mengecek kembali sejauh mana layanan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Gubernur Melki.

Lebih jauh, ia meminta agar masyarakat dilibatkan secara langsung dalam proses evaluasi tersebut, baik melalui penyebaran kuesioner maupun mekanisme penilaian lainnya. Menurutnya, masukan dan umpan balik dari warga menjadi tolok ukur utama untuk melakukan perbaikan dan peningkatan mutu layanan ke depannya.

Selain aspek pelayanan, Gubernur juga menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan daerah. Ia menekankan bahwa kualitas pelayanan dan kesejahteraan pegawai sangat bergantung pada kondisi fiskal daerah, termasuk pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang bersumber dari realisasi PAD.

Gubernur memberikan apresiasi khusus kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) NTT yang telah berhasil mencapai realisasi PAD sebesar 70%. Sebaliknya, OPD lain yang realisasi pendapatannya masih dinilai rendah diminta segera melakukan pembenahan internal dan strategi penggalian potensi pendapatan yang belum tergali.

Di akhir kegiatan, Gubernur bersama Wakil Gubernur secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan Pensiun kepada sejumlah ASN yang akan memasuki masa purna tugas pada Juni 2026 mendatang.

Sebagai penutup amanat, Gubernur kembali mengingatkan seluruh jajaran agar pelayanan publik tetap berjalan optimal tanpa gangguan, baik saat ada agenda pemerintahan di dalam maupun luar daerah. Pemanfaatan sistem digital diharapkan semakin dimaksimalkan untuk memperlancar koordinasi dan memastikan pelayanan tetap berjalan cepat dan tepat sasaran. (Rocky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *