Berita  

Libatkan Tokoh Agama hingga Kepala Sekolah, Satgas Wilayah Sulbar Densus 88 Gencarkan Edukasi Anti-IRET di Sarjo

PASANGKAYU – Upaya preventif dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terus digencarkan di Sulawesi Barat. Bertempat di Kantor Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Plt. Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Sulbar Densus 88 bersama sejumlah stakeholder terkait menggelar kegiatan Sosialisasi Kebangsaan (Sosbang) bertema pencegahan penyebaran paham Intoleran, Radikal, dan Ekstremis Teroris (IRET), Senin (13/7/2026).Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 WITA ini dihadiri oleh Sekretaris Camat Sarjo, Rohodim, serta seluruh elemen masyarakat mulai dari Kepala KUA, Kepala Puskesmas, Ketua TP PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh Kepala Desa dan Kepala Sekolah se-Kecamatan Sarjo. Hadir pula perwakilan Bhabinsa, mahasiswa, dan penyuluh agama sebagai bentuk sinergi lintas sektor.

Plt. Kasatgaswil Sulbar Densus 88, AKBP Soffan Ansyari, S.H., yang bertindak sebagai narasumber utama, menekankan pentingnya kewaspadaan dini terhadap ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Ia menjelaskan bahwa pemahaman yang benar mengenai bahaya paham IRET sangat krusial untuk mencegah perpecahan di tengah masyarakat.

“Tujuan utama kami adalah meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan masyarakat. Kami ingin memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar dapat membangun ketahanan masyarakat terhadap penyebaran paham radikal,” ujar AKBP Soffan dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta antusias menyimak materi dan menyampaikan dukungan penuh terhadap program pencegahan ini. Mereka berharap sosialisasi serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas, khususnya generasi muda di sekolah-sekolah.

Kepala Sekolah SMKN 1 Sarjo, Hajrum, S.Pd., serta perwakilan tokoh agama seperti Hj. Munawir Aswad, S.Ag., menyatakan komitmen mereka untuk turut mengedukasi siswa dan jamaah masing-masing agar tidak terpengaruh oleh narasi-narasi kebencian atau radikalisme.

Kapolres Pasangkayu melalui jajaran Polsek Bambalamotu yang diwakili oleh Briptu Latfia Arwandi dan Brigpol M Yuda Hasmedi juga turut memantau jalannya kegiatan. Kehadiran aparat kepolisian diharapkan dapat memberikan rasa aman dan menjamin kondusivitas wilayah selama proses sosialisasi berlangsung.

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kecamatan Sarjo beserta Forkopimcam optimis dapat menciptakan lingkungan yang aman, rukun, dan bebas dari pengaruh paham ekstremis, sehingga stabilitas keamanan dan persatuan di wilayah tersebut tetap terjaga. (JAS)

Sumber : AKP Yauri Yusuf S.H (Kapolsek Bambalamotu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *