Berita  

Festival Sehat Sayang Anak 2026: PKBI Kota Kupang Perkuat Sinergi Lindungi Generasi Emas

KUPANG – Memperingati Hari Anak Nasional 23 Juli 2026, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Kota Kupang bersama PKBI Provinsi NTT menggelar “Festival Sehat Sayang Anak – Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Kegiatan berlangsung di Aula Rumah Jabatan Walikota Kupang, Kamis (24/7/2026).Acara dihadiri unsur lintas sektor perlindungan anak di Kota Kupang. Hadir Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas P3A, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas II Kupang, Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Kota Kupang, serta Ketua DPRD Kota Kupang.Membuka kegiatan, Direktur Badan Eksekutif PKBI Cabang Kota Kupang, MARIA LIDWINA RATNA SRIJUWITA, menegaskan peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremonial, melainkan momen refleksi bersama.

“PKBI Kota Kupang berkomitmen menjadi garda terdepan memperjuangkan hak kesehatan, pendidikan, serta perlindungan anak dari ancaman stunting, kekerasan, dan diskriminasi. Dengan tema ‘Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan’, kami tegaskan tiga pilar: menciptakan ruang aman, menyediakan layanan kesehatan dan edukasi ramah anak, serta mendengarkan suara anak agar berani berkreasi dan terlibat,” ujarnya.Ia juga menyampaikan pesan kepada anak-anak Kota Kupang. “Kalian adalah harapan dan bintang masa depan kota ini. Bermimpilah tinggi, belajarlah dengan semangat, dan jangan takut bersuara. Kami bersama orang tua dan Pemerintah Kota Kupang akan selalu mendampingi dan melindungi kalian.”

Asisten II Kota Kupang, IGNASIUS REPELITA LEGA, yang mewakili Walikota Kupang, berpesan agar anak-anak tidak gentar meraih cita-cita, menghormati orang tua, menjaga pergaulan positif, serta bijak menggunakan media sosial.

Kepada orang tua, ia mengajak mendampingi anak dengan kasih sayang tulus. “Anak bukan hanya kebanggaan keluarga, melainkan aset paling berharga bagi masa depan bangsa. Mari kita jaga dan dukung mereka sepenuh hati,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, IGNASIUS juga menyoroti tantangan stunting di NTT yang masih tinggi. “Masalah ini bukan sekadar urusan kesehatan, melainkan ancaman nyata bagi kelanjutan pembangunan daerah. Karena itu kerja sama erat antar semua pihak sangat dibutuhkan,” imbuhnya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dan asesmen psikologis oleh pemateri PKBI Provinsi NTT, MOSES L TOUW, http://M.Psi. Kegiatan diikuti antusias oleh anak-anak, orang tua, dan tamu undangan.

Seluruh rangkaian berjalan tertib dan hangat. Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama mewujudkan anak-anak Kota Kupang yang sehat, cerdas, terlindungi, dan siap menjadi penerus bangsa yang berkualitas. (Rocky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *