Berita  

Wagub Sulteng: Dies Natalis ke-45 Untad Momentum Perkuat SDM dan Layanan Kesehatan

PALU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, http://Sp.PK., http://M.Kes., menegaskan pentingnya memperkuat peran Universitas Tadulako (Untad) dalam mencetak sumber daya manusia unggul sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di Sulawesi Tengah.Hal itu disampaikannya saat menghadiri malam ramah tamah Dies Natalis ke-45 Universitas Tadulako di Gedung Auditorium Untad, Jumat 14 Agustus 2026.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, saya mengucapkan selamat Dies Natalis Universitas Tadulako yang ke-45. Semoga momentum penuh makna ini menjadi tonggak untuk terus memperkuat peran Universitas Tadulako,” ujarnya.

Wagub Reny menyebut kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi sangat penting dalam menjawab kebutuhan pembangunan, terutama di bidang kesehatan. Salah satu perhatian utama adalah masih terbatasnya ketersediaan dokter spesialis di sejumlah rumah sakit, khususnya di wilayah kabupaten dan kepulauan.

“Setiap saya berkunjung ke rumah sakit yang ada di kabupaten, apalagi yang jauh dan berada di wilayah kepulauan, hampir tidak ada dokter spesialisnya. Oleh karena itu, kita bersama-sama memperjuangkan pembukaan program dokter spesialis di Universitas Tadulako,” jelasnya.

Untuk tahap awal, Pemerintah Provinsi Sulteng bersama Untad mendorong pembukaan dua program, yakni Spesialis Bedah dan Spesialis Penyakit Dalam. Ke depan juga akan dikembangkan program spesialis lainnya, termasuk Obstetri dan Ginekologi.

Menurutnya, kehadiran program pendidikan dokter spesialis di Untad akan memberi peluang lebih besar bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan spesialis sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga medis di berbagai wilayah Sulteng.

Selain bidang kesehatan, Wagub Reny juga mengapresiasi dukungan Untad terhadap program Berani Cerdas yang menjadi upaya Pemprov memperluas akses pendidikan tinggi.

“Tidak ada gunanya kita membangun gedung-gedung sampai 15 tingkat, kemudian SDM kita begitu-begitu saja. Karena itu, Pak Gubernur dan saya bertekad, mudah-mudahan sampai akhir masa jabatan, satu desa satu sarjana,” tegasnya.

Ia berharap peningkatan kualitas pendidikan menjadi investasi jangka panjang yang menentukan kemajuan Sulawesi Tengah, dengan semakin banyak generasi muda dari seluruh kabupaten dan kota yang dapat mengenyam pendidikan tinggi dan kembali berkontribusi bagi daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor Untad Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., Ketua Senat Untad Prof. Dr. H. Djayani Nurdin, S.E., http://M.Si., unsur Forkopimda, jajaran pimpinan Untad, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, para pimpinan organisasi profesi, serta sivitas akademika dan pemangku kepentingan lainnya.

(Biro Administrasi Pimpinan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *