Berita  

WPONE, Dompet digital dari AS, Hanya Absen Setiap Hari, Masyarakat Dapatkan Dollar

PONTIANAK – Dikutip dari Laman Media Pontianak Post, bahwa WPONE (World Pay One), dompet digital dengan Web3.0 dan AI (Artifial Intelegent), kini merambah Kalimantan Barat. Lewat WPONE, masyarakat yang bergabung bisa memperoleh pendapatan mandiri tanpa harus trading atau melakukan hal lainnya. Cukup membuka deposit minimal senilai Rp 500 ribu, maka passif income bakalan mengalir deras ke dompet digital anda.

Hal tersebut, diperkenalkan Rasolius, penggerak atau mentor WPONE di Kalimantan Barat kepada wartawan. “Sudah 6 bulan berjalan. Dimulai dari Kabupaten Landak. Saya mau sampaikan disini adalah WPONE adalah dompet digital dari Colorado, Amerika Serikat,” ucapnya, Minggu(8/12) di Hotel Alimoer, Kubu Raya.

Rasolius menyebutkan tujuan dibuatnya WPONE adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya masyarakat Kalbar bahwa dari Gadget (Handphone) bisa memperoleh pendapatan atau uang. Dimulai secara global pada 1 Mei 2023 dengan izin resmi dari USA. “Sudah merambah ke berbagai belahan dunia. Khusus di Indonesia baru setahun lebih mampir. Nah bagi yang sudah memakai WPONE, mereka terbantu secara ekonomi. Hanya absen setiap hari dapatkan dollar (USDT) kemudian konversi ke rupiah. Dengan modal deposit Rp 500 ribu lewat akun gadget. Syaratnya minimal berumur 25 tahun. Deposit hanya sekali seumur hidup,” ucapnya.

Dia menyebutkan bahwa rata-rata pendapatan warga yang sudah bergabung di WPONE lebih dari UMK di Indonesia. Warga Kalbar yang sudah bergabung, banyak yang telah berhasil. Sebagai mentor di Kalbar, WPONE harus dipublisikan lebih luas. Sebab Kabupaten Landak, sudah ada 1.500 lebih penggunna yang mengakses aplikasi WPONE, dari 23 April tahun 2024 lalu.

“Kenapa saya mulai di Landak, karena saya memperoleh informasi langsung dari Amerika. Dari sana langsung cabangnya berkembang ke Asia Fasifik, tepatnya di Singapura dan Kuala Lumpur. Kemudian saya bagi informasinya ke Landak lalu berlanjut ke Kota Pontianak, hingga seminar ini diadakan di Alimoer Hotel,” ucapnya.

Rasolius memastikan bahwa WPONE bukan money game. Bukan multi level marketing (MLM). “Jangan warga Kalbar terkecoh atau terpancing isu miring. Sebab kita sendiri sudah menikmati hasilnya. Saya saja sebagai ASN di Disnakertrans Kalbar bertugas di Landak, alhamdulillah mempeorleh pendapatan sekitar Rp120 juta perbulan. Modal hanya Rp180 ribu. Saya tidak ngapa-ngapain. Tidak trading atau jual beli kripto,” jelasnya.

Dia bersyukur momentum berharga WPNOE hadir di Kita Pontianak. Dia mengajak masyarakat Apa salahnya mencoba sesuatu yang belum pernah dicoba. Sebab di WPONE tak perlu banyak analisa keuangan. Sampaikan ke kawan-kawan, rekan dan keluarga. Apalagi aplikasi WPONE sudah ada di Playstore. “Cukup membuat akun, dan coba deposit. Nanti rasakan hasilnya,” jelasnya.

Di satu sisi, secara legalitas dari negara asalnya juga telah teregistrasi. Hampir semua provinsi sudah ada pengguna WPONE. Hari ini bahkan seminarnya selain di Pontianak, Kubu Raya juga ada di Kupang, dan Jabar.

Sementara, Kusnadi, leader atau mentor WPONE lainnya di Kota Pontianak, Kalimantan Barat menambahkan sangat bersyukur bisa hadir dalam rangka memberikan informasi tentang WPONE. Aplikasi ini kalau dimaksimalkan bisa memperbaiki ekonomi keluarga dan masyarakat. “Harapannya kami (para mentor) jelas adalah hadirnya WPONE dapat memperoleh respon positif. Kami akan terus tebarkan dan syiarkan program WPONE ini,” ucapnya.

Linselia salah satu pegawai di RSUD Sanggau mengatakan bahwa pertama ikut WPONE pada bulan bulan Juni 2024 lalu. waktu itu dalam 3 bulan ketika sudah masuk tidak aktiv dan pasif. “Tak ada tim, jadi hasilnya dari diri sendiri saja,” ucapnya.

Diapun tersentak ketika mamanya ikut dengan deposit WPONE Rp30 juta tetapi memperoleh pendapatan Rp 70 juta. Akhirnya termotivasi, karena mama bisa kenapa dia sendiri tak bisa berkembang. Linselia kemudian Topup lagi Rp 100 juta dan pada 19 November hasilnya sudah menjadi Rp 256 juta dari nilai top up awal. Sampai hari ini, selama bergabung dari rabat tim setidaknya Rp3 jutaan yang diperolehnya. Hasil aset pribadinya bahkan sudah berjumlah Rp11 jutaan lebih.

“Totalnya Rp 15 jutaan lebih penghasilan saya sehari. Jadi kawan-kawan yang mau bergabung harus yakin. Jangan takut. Semua bisnis punya resiko. Kalau belum coba dan takut duluan kapan bisa sukses. Itu saja kesaksian saya,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250