JAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, menerima kunjungan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Akbar Himawan Buchari, di Kantor Sekretariat Kabinet, Senin (6/4/2026). Pertemuan yang masih bernuansa silaturahmi pasca-Lebaran ini membahas sejumlah isu strategis, mulai dari perkembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga rencana pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI 2026.

Dalam diskusi tersebut, kedua pihak menyoroti berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi pelaku usaha, khususnya dalam upaya meningkatkan daya saing di tengah dinamika ekonomi global. HIPMI juga menyampaikan sejumlah masukan strategis agar dukungan pemerintah terhadap UMKM bisa lebih optimal.
Beberapa poin utama yang menjadi perhatian dalam pertemuan ini meliputi upaya memperluas akses pembiayaan yang terjangkau, percepatan transformasi digital bagi pelaku usaha, serta upaya mempermudah akses pasar baik di tingkat lokal maupun nasional.
Sektor UMKM dikenal sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia yang menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sebagian besar tenaga kerja. Oleh karena itu, penguatan ekosistem usaha ini dinilai sangat krusial untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Munas HIPMI 2026: Momentum Konsolidasi Hadapi Tantangan Global
Selain membahas isu ekonomi, Akbar Himawan Buchari juga melaporkan progres persiapan Munas HIPMI 2026 yang rencananya akan digelar pada Juni 2026 mendatang, bertepatan dengan momentum Hari Kewirausahaan Nasional.
Munas kali ini mengusung tema “Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Nasional” dan diharapkan menjadi wadah konsolidasi besar bagi ribuan pengusaha muda dari seluruh Indonesia. Acara ini tidak hanya bertujuan memilih kepemimpinan baru, tetapi juga merumuskan strategi menghadapi tantangan geopolitik global serta memperkuat peran wirausaha dalam pembangunan negara.
“Di tengah dinamika dunia yang semakin kompleks, pengusaha muda tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Munas ini akan menjadi momentum untuk menyatukan visi dan memperkuat sinergi demi ketahanan ekonomi nasional,” ujar Akbar.
Pihaknya juga berharap agar Presiden Republik Indonesia dapat berkenan hadir dan membuka acara tersebut, sebagai bentuk dukungan terhadap peran strategis generasi muda dalam perekonomian.
Pertemuan ini mempertegas komitmen bersama antara pemerintah dan organisasi pengusaha untuk terus berkolaborasi menciptakan iklim usaha yang kondusif, inovatif, dan berkelanjutan.
Sumber : SESKAB RI
Editor : MSR








