KUPANG – Insiden penganiayaan yang menimpa Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Fontein, Ledy Davriati Amatae, dan Lurah Tode Kisar, Ricky Terik, menjadi sorotan publik. Kedua pejabat ini mengalami luka serius akibat tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh keluarga suami Ledy.
Kronologi kejadian pun diungkapkan secara terbuka oleh korban, Minggu (5/4/2026).
Kronologi Kejadian Mengerikan
Menurut Ledy, konflik bermula dari masalah rumah tangga yang sudah tidak harmonis selama setahun terakhir. Suaminya, yang berprofesi sebagai anggota Polri, diketahui menderita stroke berat dan memilih tinggal terpisah sejak Juli 2025 lalu.
Baca Juga :
Diduga Selingkuh, Dua Lurah Babak Belur Dihajar Keluarga , Bersyukur Diselamatkan Polisi
“Sebenarnya dia yang pergi ke rumah orangtuanya untuk dirawat. Gajinya pun saya kirim setiap bulan untuk biaya perawatan,” ujar Ledy.
Kejadian naas itu terjadi pada Kamis malam, 2 April 2026, sekitar pukul 23.00 WITA. Saat itu, Ledy bertemu dengan Ricky Terik di jalan dekat rumahnya. Ricky yang sedang mengantar makanan menawarkan diri mengantar Ledy pulang.
Sesampainya di rumah dan saat Ricky hendak pamit, tiba-tiba sejumlah orang yang diduga keluarga suami Ledy masuk dan langsung bertindak brutal.
“Pas mau buka gerbang, mereka langsung masuk dan aniaya. Saya dipukul pakai tongkat sampai kepala bocor, hidung patah, dan wajah lebam. Sementara Om Ricky dipukul pakai balok kayu sampai babak belur,” ceritanya dengan sedih.
Kekerasan itu dilakukan mulai dari garasi hingga masuk ke ruang tamu. Akibat kejadian ini, Ledy harus menjalani penjahitan sebanyak 7 jahitan di kepala dan 2 jahitan di pelipis.
Tuduhan Judi Online & Sikap Temperamental
Ledy juga membongkar sejumlah fakta tentang rumah tangganya. Ia menuding suaminya memiliki sifat temperamental dan diduga kuat terlibat praktik judi online.
“Saya pernah cetak rekening bank, ada transfer tiap hari ke nama-nama yang mirip orang Jawa sebanyak 12 lembar kertas. Saat ditanya, dia hanya minta maaf,” ungkapnya.
Ledy merasa kecewa karena selama ini ia tetap merawat dan menafkahi suami, namun balasannya justru kekerasan yang menimpa dirinya dan temannya.
“Dia tidak menafkahi saya dan anak, tapi saya tetap urus. Kalau ada masalah bisa bicara baik-baik, jangan main hakim sendiri seperti ini,” tegasnya.
Ayah: Tidak Wajar, Ini Kekerasan Terbuka
Saksi mata yang juga ayah korban, Ferdy Amatae, mengaku syok melihat kondisi anak dan temannya. Ia menegaskan tidak ada hal buruk yang dilakukan keduanya saat kejadian.
“Kalau kedapatan di kamar berbuat salah, mungkin saya bisa mengerti. Tapi ini mereka dianiaya dari garasi sampai masuk rumah hanya karena bertemu dan mengantar pulang. Ini tidak bisa diterima,” ucap Ferdy.
Tegas: Tidak Ada Damai, Urus Hukum & Cerai
Hingga saat ini, kasus tersebut sudah resmi dilaporkan ke Polda NTT dengan nomor laporan STTL/B/122/IV/2025/SPKT/POLDA NTT.
Ledy menyatakan sikap tegasnya.
“Saya sudah tekad bulat. Tidak ada jalan damai. Kami akan tuntas secara hukum. Dan setelah ini, saya akan urus perceraian,” pungkasnya.
Laporan : Rocky marsiano Taseseb
EDITOR : MSR








