Diduga Selingkuh, Dua Lurah Babak Belur Dihajar Keluarga , Bersyukur Diselamatkan Polisi

KUPANG – Sebuah kejadian mengejutkan terjadi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua orang yang berstatus sebagai Lurah dilaporkan menjadi korban penganiayaan berat hingga babak belur, diduga karena kasus perselingkuhan.

Baca Juga :

Gubernur NTT Tekankan Pentingnya SDM Unggul pada Sosialisasi PMB Undana 2026
Jual Anak Sendiri, Istri dilapor Suami Ke Pihak Berwajib

Mereka berhasil diselamatkan dari amukan pihak keluarga berkat kecepatan bertindak Tim Samapta Polda NTT yang datang tepat waktu.

Kedua korban yang dimaksud adalah Yance Tae (Lurah Oebobo) dan Mika Tafao (Lurah Nunleu). Keduanya diketahui sedang berada bersama di sebuah lokasi ketika tiba-tiba dikeroyok oleh sekelompok orang yang diduga merupakan keluarga dari salah satu pihak.Kejadian ini terjadi di Jalan Ukitau Kelurahan Liliba,pada hari Jumat 3 April 2026.

Ditemukan Bersama, Langsung Dihajar

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika pasangan tersebut kedapatan sedang berduaan. Mengetahui hal tersebut, keluarga yang merasa dirugikan langsung melakukan penyerangan.

Tanpa ampun, keduanya dipukuli hingga tubuhnya penuh luka lebam dan memar di berbagai bagian tubuh. Suasana saat itu sangat ricuh dan memanas, sehingga nyawa kedua lurah tersebut nyaris melayang jika tidak segera ditolong.

Tim Samapta Evakuasi Darurat

Melihat situasi yang semakin tidak terkendali dan membahayakan nyawa korban, anggota Tim Samapta Polda NTT yang diterjunkan ke lokasi langsung bertindak cepat.

Petugas berhasil memisahkan korban dari pihak keluarga salah satu pihak  yang sedang emosi dan segera mengevakuasi mereka ke tempat yang aman guna mendapatkan perawatan medis.

“Sungguh kami sangat bersyukur karena petugas datang tepat waktu. Kalau terlambat sedikit saja, mungkin nasib kami tidak akan sebaik sekarang,” ucap salah satu korban dengan nada lega namun masih terlihat trauma.

Polisi Pastikan Keamanan

Hingga berita ini diturunkan, kedua korban kini berada dalam pengamanan pihak kepolisian dan sedang menjalani perawatan akibat luka-luka yang diderita.

Pihak kepolisian pun memastikan akan menindak lanjuti kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku, serta menegaskan bahwa siapapun yang bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, baik pelaku pemukulan maupun masalah yang menjadi pemicu awal kejadian.

Laporan : Rocky marsiano Taseseb

EDITOR   : MSR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250