KUPANG – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, membuka Festival Lamaholot di GOR Oepoi Kupang, Jumat (10/4/2026). Ia menegaskan kekuatan budaya harus ditransformasikan menjadi kekuatan ekonomi yang produktif.

“Lamaholot memiliki modal sosial dan budaya yang sangat kuat. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat yang besar,” tegas Gubernur Melki.
Menurutnya, budaya memiliki daya rekat kuat yang mampu menyatukan masyarakat lintas daerah, bahkan lebih efektif dibanding pendekatan kawasan biasa. Oleh karena itu, potensi ini tidak boleh hanya berhenti pada simbol budaya, tapi harus menghasilkan nilai tambah dan kesejahteraan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Johni Asadoma selaku Penasihat Keluarga Besar Lamaholot mengajak masyarakat terus menghidupkan nilai-nilai luhur seperti tangguh, cerdas, pekerja keras, jujur, dan disiplin.
Ia juga mendorong festival ini diusulkan menjadi agenda tahunan tingkat nasional di Kementerian Kebudayaan.
Acara dilanjutkan dengan seminar strategis yang menghadirkan Bupati Lembata, Bupati Flores Timur, Sekda Alor, serta tokoh terkait untuk membahas penguatan identitas dan pengembangan ekonomi, khususnya UMKM.
Diharapkan festival ini menjadi titik awal konsolidasi besar masyarakat Lamaholot untuk semakin solid dan berdaya saing.
Laporan : Rocky marsiano Taseseb
Sumber : Biro Administrasi Pimpinan Setda Prop.NTT
Editor : MSR








