Hari Kedua Festival Raudhah SIS Al-Jufri, Masyarakat Sangat Antusias Datang

PALU- Pemerintah Kota Palu menggelar Festival Raudhah sebagai bagian dari rangkaian peringatan Haul Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Maret 2026, di Jalan SIS Aljufri.

Para tamu dari luar daerah juga telah tiba untuk memperingati 58 tahun kematian Pendiri Yayasan Alkhairaat tersebut.

Baca juga : 

Jelang Haul Guru Tua, Dua Kubu Panitia Sepakat Islah
Pelantikan Pengurus Cabang MSB Tanantovea dan Sindue Berjalan Sukses dan Aman di Masjid Nurgaza Wani Dua

Hal itu terlihat dari sejumlah bus yang hadir di ruas Jalan Sis Aljufri di depan Kantor Pengurus Besar (PB) Alkhairaat.

Panitia pelaksana memperkirakan sebanyak 75 ribu orang akan menghadiri peringatan Haul ke-58 Guru Tua, atau peringatan wafatnya Habib Idrus bin Salim Aljufri di Kota Palu, Sulteng.

Festival Raudhah Hari kedua ini menghadirkan seni budaya Islam, pameran UMKM, pameran sejarah, serta hasil pembangunan. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk-produk unggulan kepada pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Festival Raudhah akan berlangsung hingga 30 Maret 2026 besok.Selanjutnya, pada 31 Maret akan digelar kegiatan Rauhah di Masjid Alkhairaat, yang diisi dengan pembacaan kitab, doa tahlil, maulid, dzikir, serta arahan Ketua Utama Alkhairaat.

Koordinator Sekretariat Haul Guru Tua ke-58, Alamsyah Palenga, mengatakan seluruh persiapan telah dimatangkan untuk memastikan kegiatan berjalan lancar dan tertib.

“Haul ini menjadi momentum bersama untuk mengenang dan melanjutkan nilai-nilai yang telah diwariskan Guru Tua,” ujarnya.

Tingginya antusiasme jemaah mulai terlihat dari tingkat hunian di Kota Palu. Sejumlah hotel, penginapan, dan homestay, khususnya di sekitar lokasi kegiatan, dilaporkan telah terisi penuh menjelang puncak haul.

Di sisi lain, pengamanan dan pengaturan lalu lintas disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan jemaah. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Palu akan menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan selama kegiatan berlangsung.

Rangkaian haul ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan tahunan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor UMKM dan jasa penginapan di Kota Palu.

Laporan : Umair

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250