PASANGKAYU – SMPN 01 Bulutaba menggelar pembagian rapor pada Sabtu (20/12/2025) sekitar pukul 09.00 – 11.30 wita dengan antusiasme yang tinggi. Dibawah kepemimpinan Dra. Indo Iya, M.Pd, 320 murid dari kelas VII hingga IX menyaksikan orang tua laki-laki mereka datang untuk menerima laporan perkembangan akademik.
Aturan khusus dari Kementerian Pendidikan Pusat menjadi landasan acara pembagian rapor tidak seperti biasanya, pasalnya, kali ini hanya orang tua laki-laki yang diizinkan menerima rapor, tidak boleh diwakili oleh ibu (perempuan).
Penyerahan berlangsung intim di dalam kelas masing-masing, langsung oleh wali kelas yang juga menjelaskan detail prestasi dan tantangan anak di semester ini.
Hujan yang turun sepanjang pagi tidak mampu menyurutkan semangat para bapak Mereka tiba dengan tepat waktu, beberapa bahkan membawa payung dan jas hujan, hanya untuk tidak melewatkan momen penting ini.
” Meskipun hujan, kita harus datang untuk mendukung anak dalam rangka menerima rapor ,” ujar Arif personel Polisi Kehutanan Bulutaba, salah satu orang tua murid yang mencerminkan semangat yang sama di antara para hadirin Kepada Media Harian Indonesia Pos.Com
Sebelum dilakukan pembagian rapor, kepala sekolah Dra.Indo Iya, M.Pd, mengarahkan kepada seluruh orang tua murid Laki-Laki untuk berkumpul di lapangan, guna memberikan penjelasan-penjelasan terkait hubungan murid dengan guru-guru yang ada di SMPN 01 Bulutaba selama waktu jam pembelajaran sekolah,
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi kepada seluruh bapak-bapak orang tua murid yang telah datang dengan antusias hari ini, Terima kasih banyak sudah mematuhi aturan dari Kemendikbud yang menyatakan hanya bapak yang boleh menerima rapor, ini bukti komitmen bapak terhadap pendidikan anak-anak kita, ” Ujarnya.
“Sebelum kita lanjut ke kelas masing-masing untuk menerima rapor, izinkan saya memberikan beberapa penjelasan terkait hubungan murid dengan guru di SMPN 01 Bulutaba selama jam pembelajaran.
selama semester ini, kami selalu memastikan hubungan antara murid dan guru berjalan dalam suasana yang profesional, penuh rasa hormat, dan saling mendukung. Guru-guru kami dilatih untuk mendekati anak dengan cara yang empati, sehingga murid merasa nyaman mengekspresikan diri dan bertanya ketika mengalami kesulitan. kami telah menerapkan sistem pendekatan ‘guru sebagai pembimbing’ di mana setiap guru ditugaskan untuk memantau perkembangan bukan hanya akademik, tetapi juga sikap dan perilaku murid di kelas. Ini membuat hubungan guru-murid lebih dekat, sehingga guru bisa lebih mengenali kebutuhan masing-masing anak. Selama jam pembelajaran, kami selalu menekankan pada komunikasi dua arah. Murid diajak untuk aktif berpartisipasi, bertanya, dan bahkan memberikan masukan terkait metode pembelajaran, asalkan tetap dalam batas sopan dan hormat. Ini bertujuan untuk membangun kepercayaan antara murid dan guru. Saya juga ingin memberitahu bahwa jika bapak memiliki kekhawatiran terkait hubungan anak dengan guru, silakan langsung hubungi wali kelas atau datang ke kantor kepala sekolah kapan saja. Kami selalu terbuka untuk mendengar masukan dan saran dari bapak-bapak.
Semoga dengan penjelasan ini, bapak-bapak lebih memahami bagaimana lingkungan pembelajaran berjalan di sekolah kita. Sekarang, mari kita lanjut ke kelas masing-masing untuk menerima rapor dan mendengar penjelasan langsung dari wali kelas tentang perkembangan anak bapak-bapak, ” Jelas Indo Iya.
Di sela-sela usai penerimaan rapor, Yusran salah satu orang tua murid, menuturkan, ” Saya pribadi mengatakan, jika anak saya di lingkungan sekolah ini menimba ilmu, itu adalah hak guru, tidak usah ragu mau mendidik anak saya, pokoknya kalau melanggar, kasih dia hukuman karena anak saya berada di sekolah adalah anaknya guru, ” Ucap Yusran.
Acara berjalan lancar dan penuh kehangatan, membuktikan bahwa dukungan orangtua tetap menjadi kunci keberhasilan pendidikan anak, tak peduli keadaan cuaca. (Jas)
Hujan Tak Menyurutkan Semangat Orang Tua Murid Datang Menerima Rapor di SMPN 01 Bulutaba














