KUPANG – Situasi lalu lintas di sejumlah titik Kota Kupang terpaksa ditutup dan mengalami kemacetan total pada pelaksanaan Pawai Paskah Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) tahun 2026. Penutupan jalur ini dilakukan demi kelancaran dan keamanan rangkaian kegiatan yang diikuti ribuan orang.

Antusiasme masyarakat Kota Kupang maupun dari kabupaten sekitar sangat luar biasa. Mereka memadati sepanjang rute pawai untuk menyaksikan langsung kemeriahan perayaan ini.
Baca Juga :
Diduga Selingkuh, Dua Lurah Babak Belur Dihajar Keluarga , Bersyukur Diselamatkan Polisi
Ribuan Peserta Padati Rute 15 Km
Diketahui, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 5.000 jiwa yang berasal dari 39 gereja peserta. Pawai berjalan kaki sejauh kurang lebih 15 km sehingga kegiatan berlangsung cukup lama dan menyita waktu.
RUTE PAWE PASKAH GMIT 2026:
✅ Start: Bundaran Tirosa (Bundaran PU)
✅ Melintasi Jalan Eltari
✅ Melewati Depan Kantor Golkar – Museum
✅ Melewati Depan Kantor Gubernur
✅ Melewati RUJAB
✅ Etape 1: Gereja Anugrah
✅ Etape 2: Gereja Kuanino
✅ Finish: Gereja Kota Kupang
Pedagang Senang, Badan Jalan Jadi Pasar Dadakan
Satu hal yang menarik perhatian, sepanjang Jalan Eltari tepatnya di depan Rumah Jabatan Gubernur hingga area strategis lainnya dipenuhi oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pelaku UMKM.
Mereka tampak sangat antusias dan senang karena diberikan izin untuk berjualan di badan jalan maupun trotoar. Kesempatan ini tentu menjadi ladang rezeki tersendiri bagi para pedagang saat momen besar seperti ini.
Namun demikian, kepada seluruh pedagang, UMKM, maupun peserta pawai diimbau untuk tetap menjaga kebersihan di lokasi masing-masing demi kenyamanan bersama.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib berkat sinergi pengamanan dari pihak kepolisian serta tim pemuda GMIT yang turut membantu mengatur lalu lintas dan situasi di lokasi.
Pawai Paskah GMIT kembali menjadi bukti kekompakan dan semangat kebersamaan umat Kristen di Nusa Tenggara Timur yang selalu dinanti setiap tahunnya.
Laporan : Rocky marsiano Taseseb
EDITOR : MSR








