Meriahkan Paskah, Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang Gelar Prosesi Jalan Salib Kolosal “12 Jam Kesengsaraan Yesus”

KUPANG – Pemuda Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Klasis Kota Kupang kembali menggelar kegiatan rutin tahunan berupa Prosesi Jalan Salib Kolosal ke-10. Tahun ini, kegiatan mengusung judul besar “12 Jam Kesengsaraan Yesus” dengan tema “Kristus Bangkit, Membarui Kemanusiaan Kita”.

Acara yang berlangsung selama 12 jam ini secara resmi dilepas oleh Wali Kota Kupang, Christian Widodo, di Taman Nostalgia, Kamis (2/4/2026) malam.

Baca Juga :

Gubernur NTT Tekankan Pentingnya SDM Unggul pada Sosialisasi PMB Undana 2026
Jual Anak Sendiri, Istri dilapor Suami Ke Pihak Berwajib

Turut hadir dalam pelepasan tersebut antara lain Pemimpin Ibadah Pdt. Frans A. Dillak, Ketua Majelis Klasis GMIT Kota Kupang Pdt. Delviana K. Poych Snae, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt, jajaran Forkopimda, para pendeta se-Kota Kupang, serta Ketua Panitia George Ndoen Boey beserta seluruh jajaran.

Ketua Pengurus Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang yang juga merangkap sebagai sutradara, Erenst Blegur, menjelaskan bahwa prosesi ini bukan sekadar perjalanan ibadah, melainkan pementasan drama yang menceritakan kembali kisah sengsara Yesus Kristus.

Menelusuri 10 Etape dan 9 Gereja

Prosesi berjalan kaki sejauh kurang lebih 20 km ini dimulai pukul 19.00 WITA dan berakhir pukul 07.00 WITA keesokan harinya (3/4/2026). Rute yang dilalui mencakup 10 titik etape yang melintasi 9 gereja di wilayah Kota Kupang, dengan pementasan cerita yang berbeda di setiap lokasinya:

1. Etape 1 (Taman Nostalgia): Yesus menyembuhkan anak sakit ayan, berdoa di Taman Getsemani, hingga penangkapan Yesus.
2. Etape 2 (Gereja Kota Baru): Kisah Penyangkalan Petrus.
3. Etape 3 (Gereja Peniel Oebobo): Yesus dihadapkan kepada Hanas dan Kayafas.
4. Etape 4 (Gereja Kefas Kampung Baru): Yesus di hadapan Pilatus untuk pertama kali.
5. Etape 5 (Gereja Koinonia): Yesus di hadapan Herodes.

6. Etape 6 (Gereja Syalom Kupang): Yesus di hadapan Pilatus kedua kali, dihukum mati, dan mulai memikul salib.
7. Etape 7 (Gereja Kemah Ibadah): Yesus jatuh yang pertama kali.
8. Etape 8 (Gereja Rehobot Bakunase): Yesus jatuh yang kedua kali.
9. Etape 9 (Gereja Hosana Batuplat): Kisah penyesalan dan kematian Yudas Iskariot.
10. Etape 10 (Gereja Pohonitas Manulai 2): Yesus jatuh ketiga kali, penyaliban, hingga penguburan.

Selama prosesi berlangsung, aparat keamanan juga dikerahkan untuk melakukan pengawalan dan penjagaan ketat guna memastikan kegiatan ibadah skala besar ini berjalan aman, tertib, dan khidmat hingga selesai.

 

Laporan : Rocky marsiano Taseseb

EDITOR   : MSR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250