JAKARTA – Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) kembali menjadi korban kekerasan. Sebanyak tiga personel dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan yang terjadi di markas mereka.
Baca Juga :
Inggris Jadi Pemimpin Koalisi 35 Negara, Gencar Usulkan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Insiden yang terjadi Sabtu (4/4/2026) ini dikonfirmasi oleh kantor berita AFP. Di tengah situasi yang kian genting, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Lebanon juga mengeluarkan peringatan keras. Mereka mewaspadai potensi target serangan yang kini beralih ke kampus-kampus universitas oleh kelompok yang didukung Iran.
“Ledakan terjadi tepat di dalam pos pengamanan PBB. Tiga tentara penjaga perdamaian menjadi korban, dua di antaranya dalam kondisi kritis. Saat ini mereka sedang dievakuasi menuju rumah sakit, namun sumber ledakan masih belum dapat dipastikan,” ujar Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel.
Konflik yang Memakan Banyak Korban
Konflik besar yang melanda Lebanon bermula sejak 2 Maret lalu. Ketegangan memuncak setelah Hizbullah melancarkan serangan roket ke Israel sebagai bentuk balas dendam atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Israel membalas dengan serangan militer masif yang menyasar berbagai wilayah Lebanon hingga melancarkan invasi darat di bagian selatan. Berdasarkan data resmi, konflik selama sebulan terakhir ini telah merenggut nyawa sedikitnya 1.368 orang.
Serangan Baru Sasar Beirut Selatan
Sementara itu, militer Israel kembali menggempur wilayah Beirut Selatan. Pasukan Zionis mengklaim sasaran serangan mereka adalah markas dan infrastruktur militer Hizbullah.
Baca Juga :
Ulah Trump Dunia Krisis Energi, Harga Minyak Selangit Banyak Negara Terjepit
Sebelum serangan dilancarkan, Israel telah mengeluarkan perintah evakuasi yang membuat kawasan tersebut kini hampir kosong dari penduduk sipil. Suara ledakan dahsyat kembali terdengar memecah keheningan wilayah yang menjadi benteng utama kelompok perlawanan tersebut.
Sumber: detikNews
Editor : MSR








