JAKARTA – Pakar Hukum Internasional dan Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Prof. Dr. Sutan Nasomal SH, MH, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah tegas. Ia meminta kepala negara memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI agar melakukan patroli menyeluruh di seluruh daerah rawan kejahatan, dari Sabang sampai Merauke, demi memulihkan rasa aman masyarakat.
“Kejahatan harus dibabat habis. Bapak Presiden harus perintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk patroli di lokasi rawan kejahatan di setiap daerah. Baru rasa aman akan dirasakan rakyat di seluruh kota dan kabupaten se-Indonesia,” tegas Prof. Sutan dalam keterangannya kepada awak media di Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Cijantung, Jakarta, Senin (12/04/2026).
Menurutnya, maraknya aksi premanisme yang terjadi secara terang-terangan menunjukkan bahwa janji-janji pejabat untuk memberantas kejahatan selama ini seringkali hanya menjadi wacana seremonial belaka.
“Kita sering mendengar pidato bahwa perang melawan premanisme harus terus dilakukan, tapi mengapa hanya menjadi ucapan kosong yang tidak bisa dipertanggungjawabkan? Aksi mereka makin berani merusak dan mengancam,” ungkapnya.
Prof. Sutan mencontohkan kasus pemerasan terhadap tukang bakso di Tanah Abang hingga pungutan liar alias “jatah numpang lewat” yang dialami pengemudi di hari raya. Hal ini menciptakan ketakutan bagi masyarakat, baik siang maupun malam.
Masyarakat Diminta Berani Rekam dan Viralkan
Untuk mengatasi hal ini, tokoh yang juga menjabat sebagai Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS ini memberikan dua solusi utama. Pertama, ia mengimbau masyarakat untuk berani merekam aksi premanisme melalui video dan memviralkannya, agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera bertindak.
Kedua, peran pemerintah tingkat bawah sangat vital. “Lurah, RW, dan RT yang mengetahui warganya melakukan praktik premanisme wajib melaporkan kepada Bhabinkamtibmas atau Babinsa. Agar aparat bisa mengawasi dan bertindak tegas,” tambahnya.
Ia menegaskan, premanisme mencakup berbagai tindakan yang mengganggu ketertiban, mulai dari geng motor brutal, pemerasan, pengancaman, hingga pengeroyokan.
“Jangan sampai hukum rimba terjadi di tengah jalan karena tidak ada pejabat dan APH yang mau menjalankan tugasnya. Jangan biarkan premanisme merasa kebal hukum. Mereka harus ditindak tegas demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” pungkas Prof. Sutan Nasomal.
( Sutan Nasomal)








