Teheran – Nama Abu Azrael menjadi legenda di medan perang Irak. Sosok yang memiliki nama asli Ayoub Falih Hassan al-Rubaie ini dikenal luas sebagai “Angel of Death” atau Malaikat Pencabut Nyawa karena keganasannya membasmi kelompok ISIS.

Dengan ciri khas kepala plontos, jenggot lebat, serta membawa kapak dan pedang besar, ia bukan hanya menakutkan secara fisik, tapi juga menjadi teror psikologis bagi musuh. Ia diklaim telah menghabisi lebih dari 1.500 anggota ISIS.
Di balik citra garangnya, Abu Azrael adalah tokoh yang memiliki latar belakang militer dan politik kuat. Ia merupakan anggota inti milisi Kata’ib Imam Ali yang berafiliasi dengan Iran. Keberhasilannya menjadi ikon perlawanan juga tak lepas dari dukungan mesin propaganda yang kuat, termasuk keterkaitan dengan Pasukan Khusus IRGC Iran.
Pengalaman tempurnya sangat panjang, mulai dari melawan pasukan AS di Irak hingga bertempur di Suriah membela rezim Bashar al-Assad.
Namun di luar medan tempur, ia mengaku sebagai sosok yang tenang dan ayah yang penyayang bagi kelima anaknya.
Meski dipuja sebagai pahlawan, sejumlah pihak mempertanyakan klaim jumlah korban dan citranya yang dibangun. Banyak yang menilai angka 1.500 korban sulit diverifikasi dan kemungkinan besar bagian dari strategi branding untuk menakut-nakuti musuh.
Sumber : Fins.media.com
Editor : MSR








