Berita  

Diduga Bahannya Tidak Berkualitas, Warga Keluhkan Bantuan Bangunan masyarakat berpenghasilan rendah ( MBR )

SULTENG, harianindonesiapos.com | Warga Desa Sigimpu, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mendapatkan bantuan bahan untuk bangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah ( MBR ) dari pemerintah yang di laksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sigi, namun bantuan tersebut di keluhkan oleh ketua kelompok satu.

ketua kelompok satu menduga bahwa pembagian bahan bangunan untuk bantuan pembangunan peningkatan kualitas rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah ( MBR ) berupa kayu maupun Batako tidak sesuai harapan karena tidak berkualitas.

“Semua bahan berupa kayu yang di terima tidak layak untuk di gunakan ramuan rumah, dimana kayunya masih basah belum kering dan kayu konsen pun juga demikian. Pada saat di antarkan bahan-bahan itu kami sempat komplain, namun pihak pengantar menjawab bahwa mereka hanya di perintahkan untuk mengantar saja,” ungkap ketua kelompok satu Belum lama ini.

Dijelaskan lagi bahwa mereka sebagai penerima manfaat tidak mengetahui jumlah nilai anggaran biaya yang di gunakan untuk masing-masing membangunan rumah,

” kami hanya di suruh bertanda tangan di atas kertas nota kosong, itu semua Dinas yang atur sehingga kami tidak mengetahui berapa harga barang, seperti kusen,pasir dan semua itu Kami tidak tahu, bahkan seng yang di bagikan kepada warga penerima manfaat berfariasi, ada yang hanya terima 20 lembar saja dan saya sendiri, baru 39 lembar seng yang di berikan ke saya dan batako 1200 biji, kayu dan kusen, pintu, namun saya tolak karena kayu tersebut, tidak bisa di gunakan, selain ringan juga kayunya masih basah, sehingga saya gunakan kayu yang lain,” Sebut ketua kelompok yang enggan di sebutkan namanya di media ini.

Lebih lanjut ketua kelompok satu, mengungkapkan,

” Dari 20 penerima bantuan, kesemuanya tidak pernah mengetahui berapa anggaran biaya yang sebenarnya di peruntukan untuk bangunan masing-masing. Selain itu tidak ada pendampingan dari petugas entah dari Dinas atau mungkin dari petugas lainnya, sama sekali tidak ada pendampingan, intinya kami kerja apa adanya saja,” bebernya.

“Kami mau komplin soal permasalahan bahan-bahan yang kami terima tidak tau sama siapa , yang mengawasi kami juga tidak ada, kontak (Hp) saja dari petugas kami tidak ada,” Pungkasnya.

Saat dikonfirmasi dinas yang terkait, kepala dinas PUPR Sigi, tepatnya di kantor Dinas PUPR Kab. Sigi, di desa Oloboju, kecamatan Sigi kota, kab. Sigi, tidak berada di kantor, Melalui Via Whatsap kepala Dinas Amrin mengatakan,

” tidak mungkin tidak berkualitas, karena semua bahan, mereka ambil dari toko bahan bangunan pak,” Tulis kepala dinas PUPR. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250