Berita  

Gubernur Sulteng Anwar Hafid Soroti Krisis Kesehatan dan Infrastruktur: “Kita Tidak Bisa Berpura-Pura, Rakyat Butuh Kepastian”

Harian Indonesia pos.com, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyoroti serius kondisi kesehatan, kemiskinan, dan infrastruktur dasar yang masih menjadi pekerjaan rumah besar di wilayahnya. Dalam sebuah pertemuan pembahasan kebijakan, Anwar menyampaikan bahwa data tahun 2021 mencatat jumlah penderita penyakit mencapai 100 ribu kasus, sementara lebih dari 310 ribu jiwa terdampak dan sekitar 10 ribu rumah masih kekurangan fasilitas layak huni.“Kita harus jujur melihat kenyataan. Banyak sekali penyakit, banyak sekali kesulitan rakyat kecil. Jalan, jembatan, sekolah, hingga layanan kesehatan belum memadai. Kalau sakit, akses sulit. Kalau harga kebutuhan pokok naik, rakyat makin tertekan. Kita tidak boleh berpura-pura, kebijakan harus nyata,” tegas Anwar Hafid.Ia menambahkan, pemerintah harus memastikan arah kebijakan benar-benar berpihak pada masyarakat miskin. Menurutnya, kebijakan tidak bisa berhenti di atas kertas, tetapi harus diwujudkan dalam program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar.

“Pendidikan adalah jalan keluar. Kesehatan adalah kebutuhan utama. Semua perencanaan harus jelas agar keluarga bisa merasakan manfaatnya. Kalau hanya janji, rakyat tetap menderita. Karena itu, kita harus berani mengambil langkah konkret,” ujarnya.Anwar Hafid juga mengingatkan jajaran pemerintah daerah agar tidak sekadar menyiapkan program tanpa perhitungan matang. Ia menekankan pentingnya akurasi data, koordinasi lintas instansi, dan keberanian dalam mengeksekusi kebijakan.

“Kita membangun jalan untuk rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir orang. Kalau kita punya sepuluh kantor kebijakan, maka itu harus melahirkan sepuluh solusi nyata. Bukan sekadar wacana,” tutupnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250