MAMUJU- Pelarian Darwin (29), pelaku rudapaksa dan pembegalan sadis terhadap seorang kurir wanita di Mamuju Tengah, akhirnya kandas.
Tim Resmob Polresta Mamuju berhasil meringkus residivis kambuhan ini di kawasan Jembatan Bolong, kecamatan Tappalang Kabupaten Mamuju.
Tim mulai melacak pergerakan pelaku yang berpindah-pindah dari kebun sawit ke Majene, lalu kembali ke Topoyo. Pelaku terdeteksi masuk ke wilayah Mamuju melalui Sampaga dan Kalukku. Pelariannya dihentikan paksa petugas saat melintas di Jembatan Bolong.
Awal kejadian berlangsung pada Rabu (18/3) jelang berbuka puasa. Pelaku menggunakan modus orderan fiktif untuk memancing korban ke lokasi sepi di perkebunan sawit Desa Waeputeh.
Di bawah ancaman senjata tajam, pelaku mealkukan aksi bejatnya lalu merampas barang berhara milik korban. Hal ini diungkapkan Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ferdyan kepada media selasa 24 Maret 2026.
“Tersangka menggunakan tipu muslihat dengan memesan jasa pengiriman dan menentukan lokasi pertemuan di tempat yang tidak wajar, yakni di perkebunan sawit, Desa Waeputeh, Kecamatan Topoyo,” ujarnya
Kapolresta Mamuju juga menegaskan bahwa Darwin merupakan penjahat kambuhan yang licin. Tercatat, ia sudah 5 kali keluar masuk penjara dengan rentetan kasus mulai dari pencurian motor, penikaman, hingga pengedaran uang palsu.
Saat ini, tersangka telah diamankan di Mapolresta Mamuju untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.(*red)ย








