SITUBONDO- Tim gabungan SAR (Search and Rescue) masih terus berupaya mencari seorang warga bernama Tohari, 31 tahun, yang dilaporkan jatuh dari Kapal Ferry KMP. Dharma Kartika di perairan Jangkar, Kabupaten Situbondo. Memasuki hari kedua pencarian pada Jumat (27/3/2026), tim masih belum berhasil menemukan keberadaan korban.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, menyampaikan bahwa pencarian hari ini difokuskan pada dua sektor utama. Tim bergerak dari lokasi kejadian korban jatuh hingga ke wilayah timur perairan.
“Untuk hari kedua ini, kami membagi tim dalam dua Satuan Rescue (SRU). SRU 1 melakukan pencarian dan penyisiran dari lokasi korban jatuh hingga ke wilayah timur perairan Mimbo, Labuhan Merak, dan sekitarnya. Sementara SRU 2 bergerak ke wilayah timur lainnya, meliputi perairan Pondok Mimbo, Ketapang, Sidodadi, hingga Sumberwaru,” ujar Puriyono, Jumat sore.
Upaya pencarian yang dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 16.00 WIB ini melibatkan berbagai unsur dan peralatan. Menurut Puriyono, sejumlah alat utama (Alut) dikerahkan, di antaranya tiga unit perahu karet LCR milik BPBD Situbondo, Basarnas, dan Satpolairud Polres Situbondo. Selain itu, satu unit speedboat TNI AL Pos Jangkar serta satu unit kapal patroli KN Grantin milik KPLP juga turut dikerahkan.

Kami juga mengerahkan alat komunikasi, alat navigasi, hingga kantong mayat sebagai kesiapsiagaan. Namun hingga sore tadi, hasil pencarian masih nihil. Korban belum ditemukan,” jelasnya.
Puriyono menambahkan bahwa lokasi jatuhnya korban berada pada koordinat 07°39.4034’S dan 114°14.4875’E, sekitar 3,5 mil atau 5,6 kilometer dari Pelabuhan Jangkar. Korban diketahui merupakan warga Dusun Darpa RT 003 RW 004, Desa Karang Nangka, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura.
Insiden ini terjadi pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, saat kapal sedang melakukan pelayaran menuju Pelabuhan Raas, Kabupaten Sumenep.
Operasi SAR gabungan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari jajaran Forkopimcam Jangkar, anggota Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo, TNI AL, Polri, Basarnas Banyuwangi, KSOP, Tagana, Pramuka, hingga relawan dan nelayan setempat. Posko utama operasi SAR sendiri dipusatkan di Kantor Kamla TNI AL Pos Jangkar.
“Kami ucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah bahu-membahu dalam upaya pencarian ini. Kondisi cuaca saat ini cerah berawan sehingga tidak menjadi kendala signifikan dalam operasi hari ini. Pencarian akan kembali dilanjutkan besok, Sabtu (28/3/2026),” pungkas Puriyono.
Sumber : Beritajatim








