Berita  

Menyentuh Hati! Bang YD Bantu Erika Mendrofa Tetap Sekolah, Warganet: Beginilah Pemimpin yang Dibutuhkan Rakyat

GUNUNGSITOLI (SUMUT), — Di tengah banyaknya anak-anak Indonesia yang terancam putus sekolah karena keterbatasan ekonomi, sebuah kisah haru datang dari Kota Gunungsitoli.Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Kota Gunungsitoli datang langsung ke SMA Pemda 2 Gunungsitoli, Senin (30/3/2026), untuk membantu seorang siswi berprestasi bernama Erika Mendrofa, yang sempat terancam putus sekolah karena kondisi ekonomi keluarganya.

Erika bukan anak biasa.

Ia dikenal sebagai anak yang pintar, rajin belajar, dan berprestasi sejak SD hingga SMA. Bahkan, Erika disebut kerap meraih juara-juara di sekolah, termasuk menjadi juara umum.

Namun seperti banyak kisah anak-anak hebat lainnya di negeri ini,

prestasi saja kadang belum cukup untuk membuat mereka tetap bertahan di bangku sekolah.

Di balik semangat belajarnya, Erika menyimpan kenyataan pahit:

ia hampir kehilangan kesempatan untuk melanjutkan sekolah hanya karena biaya. Dan di titik itulah, kepedulian hadir. “Apakah Kita Akan Diam?”

Tokoh muda yang akrab disapa Bang YD, yaitu Bang Yusman Dawolo, menyatakan bahwa dirinya tidak ingin tinggal diam melihat anak-anak pintar harus menyerah pada keadaan.

“Apakah kita akan diam saat anak-anak pintar harus berhenti sekolah hanya karena biaya? Apakah kita rela melihat cita-cita mereka terkubur hanya karena keadaan?” Pesan Bang YD

Menurut Bang YD, setiap anak, apa pun latar belakang keluarganya, punya hak yang sama untuk belajar, tumbuh, dan memiliki masa depan yang layak.

“Bang YD tidak akan diam, karena setiap anak, apa pun latar belakang keluarganya, berhak untuk belajar, bertumbuh, dan memiliki masa depan yang layak,” tegasnya.

Bagi Bang YD, membantu pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu bukan sekadar memberi uang sekolah. Lebih dari itu, ini adalah tentang menyelamatkan harapan, menjaga martabat keluarga kecil, dan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Satu anak yang tetap sekolah hari ini, bisa menjadi cahaya bagi banyak orang di masa depan. Ketika anak ini berhasil, maka dia bisa membantu adik-adiknya sekolah dan membahagiakan kedua ibu bapaknya,” tambahnya.

Beasiswa Hingga Tamat SMA

Dalam kunjungan itu, Bang YD melalui DPD Gerakan Rakyat Kota Gunungsitoli memberikan bantuan beasiswa pendidikan kepada Erika Mendrofa hingga tamat SMA.

Kabar menggembirakan ini disampaikan langsung di lingkungan sekolah, didampingi oleh sejumlah pengurus Gerakan Rakyat Kota Gunungsitoli, di antaranya: Ibu Yustina Halawa (Bendahara), Famoni S. Zebua (Sekretaris), Faozanolo Zebua, Nadia Suprina Cui, Sho Lastrinda Yessy, Valentina Daeli,dan jajaran lainnya.

Kehadiran mereka bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa satu pesan besar:

anak-anak hebat dari keluarga kurang mampu tidak boleh berjalan sendirian.

Tangis Syukur Erika: “Semoga Tuhan Membalas Semua Kebaikannya”

Momen itu pun menjadi sangat emosional bagi Erika Mendrofa.

Siswi berprestasi tersebut mengaku sangat bersyukur dan terharu atas perhatian yang diberikan oleh DPD Gerakan Rakyat Kota Gunungsitoli dan Bang YD.

“Terima kasih kepada Gerakan Rakyat, terima kasih kepada Bang YD, atas dukungan penuh untuk menyekolahkan saya sampai tamat di bangku SMA Pemda 2 Gunungsitoli. Tidak ada imbalan dari saya, semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas semua kebaikannya dan seluruh anggota keluarga mendapatkan kebahagiaan,” ungkap Erika penuh haru.

Ucapan Erika sontak menyentuh banyak hati. Sebab di balik kalimat sederhana itu, ada satu kenyataan yang sangat dalam:

betapa banyak anak-anak pintar di luar sana yang sesungguhnya hanya butuh satu kesempatan untuk tetap bertahan.

“Tetap Semangat, Raih Cita-Citamu” Perwakilan Gerakan Rakyat Kota Gunungsitoli, Faozanolo Zebua, juga menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap pendidikan anak bangsa.

“Hari ini kami dari Gerakan Rakyat datang ke SMA Pemda Gunungsitoli untuk memberikan bantuan beasiswa dari Bang YD kepada Erika. Kami berharap Erika tetap semangat belajar, capai cita-citamu, sehingga ke depan Erika bisa berhasil,” ujarnya.

Pesan itu sederhana, namun sangat berarti, terutama bagi anak-anak muda yang sedang berjuang mengejar mimpi di tengah keterbatasan.

Kisah Erika bukanlah kisah tunggal. Hari ini, masih banyak anak-anak Indonesia yang cerdas, rajin, dan penuh semangat belajar, tetapi berada di ambang putus sekolah karena orang tua mereka tidak mampu. Mereka tidak kekurangan mimpi. Mereka tidak kekurangan semangat. Mereka hanya kekurangan kesempatan.

Dan di situlah masyarakat diuji: apakah kita akan peduli, atau memilih diam? Bagi banyak ibu, kisah seperti Erika terasa sangat dekat di hati. Karena tidak ada yang lebih menyayat selain melihat seorang anak yang punya masa depan cerah, tetapi hampir kehilangan semuanya hanya karena biaya sekolah.

Bagi anak-anak muda, kisah Erika adalah pengingat bahwa masih banyak teman sebaya mereka yang sedang berjuang bukan hanya untuk lulus, tetapi untuk tetap bisa sekolah.

Apa yang dilakukan Bang YD dan Gerakan Rakyat Kota Gunungsitoli hari ini menjadi pesan kuat bagi banyak orang: anak pintar tidak boleh kalah hanya karena lahir dari keluarga yang tidak mampu.

Sebab ketika satu anak diselamatkan pendidikannya,yang sebenarnya diselamatkan bukan hanya satu orang. Tetapi juga: satu keluarga, satu masa depan, satu harapan, dan mungkin, satu generasi.

Di tengah kerasnya kehidupan hari ini, tindakan kecil yang tepat waktu bisa menjadi alasan seorang anak tetap berdiri, tetap belajar, dan tetap percaya bahwa masa depannya masih layak diperjuangkan.

Dan bagi Erika Mendrofa,hari itu mungkin akan selalu ia kenang sebagai hari ketika harapannya yang hampir padam…dinyalakan kembali.

Laporan : Yarmend

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250