Berita  

Warga Silom Lom Desak Polres Asahan Tindak Tegas Aktivitas Galian C yang Merusak Jalan dan Cemari Udara

ASAHAN – Keresahan mendalam dirasakan warga Desa Silom Lom, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, terkait keberlangsungan aktivitas usaha galian C di wilayah mereka. Warga secara tegas mendesak pemerintah kecamatan dan aparat penegak hukum, khususnya Polres Asahan, untuk segera menindaklanjuti dan menghentikan kegiatan tersebut yang dinilai merugikan kepentingan umum.

Keluhan utama warga tertuju pada kerusakan parah infrastruktur jalan desa yang kian memburuk akibat lalu lalang kendaraan pengangkut hasil galian. Selain itu, aktivitas penggalian dan pengangkutan material tanah ini juga memicu polusi udara berupa debu tebal yang beterbangan setiap hari. Kondisi ini dikhawatirkan tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak buruk bagi kesehatan pernapasan warga sekitar.

“Kami meminta agar pemerintah kecamatan hingga aparat penegak hukum menindaklanjuti galian tanah ini yang menimbulkan keresahan masyarakat,” ujar salah seorang warga setempat yang merasa resah.

Kecurigaan warga semakin memuncak mengingat aktivitas galian tersebut terus berjalan lancar tanpa ada langkah penertiban maupun penindakan hukum yang berarti. Warga menilai seolah-olah kegiatan ini “kebal hukum” dan menduga adanya pembekapan atau perlindungan dari oknum tertentu sehingga lepas dari pengawasan dan aturan yang berlaku.

“Galian tanah ini seperti kebal hukum dan juga seperti ada pembekapan oleh oknum tertentu, sehingga tidak tersentuh hukum,” tandasnya.

Warga menyampaikan kekhawatirannya bahwa jika aktivitas ini dibiarkan terus berlanjut, kondisi akses jalan akan hancur total dan tidak lagi layak dilalui. Selain itu, dampak pencemaran debu diprediksi akan semakin parah dan mengancam kualitas kesehatan masyarakat Desa Silom Lom.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan maupun tanggapan resmi yang disampaikan oleh pihak Pemerintah Kecamatan Simpang Empat maupun Polres Asahan terkait tudingan dan keluhan yang disampaikan oleh warga. (SB.Nasution)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *