ISLAMABAD – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance, mengumumkan bahwa negosiasi damai antara AS dan Iran resmi berakhir tanpa hasil pada Minggu (12/4/2026). Kedua negara gagal mencapai titik temu atau kesepakatan damai yang diharapkan.
Vance menegaskan, pihak Iran menolak untuk menerima persyaratan yang diajukan oleh Amerika Serikat, khususnya terkait janji untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Pembicaraan Berlangsung 21 Jam
Putaran ketiga pembicaraan tatap muka yang dinilai bersejarah ini berlangsung sangat alot, bahkan berlangsung selama 21 jam. Negosiasi ini digelar tepat setelah gencatan senjata rapuh yang berlangsung selama dua minggu diumumkan.
Perang antara kedua blok ini sendiri telah memasuki minggu ketujuh, yang telah menewaskan ribuan orang dan mengguncang stabilitas pasar global.
Pernyataan Resmi JD Vance
“Namun fakta sederhananya adalah kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan mencari senjata nuklir, dan mereka tidak akan mencari alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat mencapai senjata nuklir,” tegas Vance kepada wartawan.
Dengan ditolaknya syarat utama tersebut, maka proses perdamaian untuk sementara waktu terhenti dan situasi kawasan kembali menjadi sorotan dunia internasional.(*red)
Editor : MSR








