KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak seluruh generasi muda untuk memperkuat iman dan karakter demi menjauhkan diri dari praktik prostitusi, HIV/AIDS, serta kekerasan seksual. Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara Paskah Pelajar The Bridge di Auditorium Grha Cendana Universitas Nusa Cendana, Kamis (16/4/2026) malam.

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Gubernur Melki menekankan bahwa isu-isu sosial yang merusak generasi muda merupakan “salib bersama” yang harus dipikul dan diselesaikan melalui kolaborasi antara pemerintah dan komunitas.
Gubernur mengucapkan selamat Hari Raya Paskah 2026 bagi seluruh umat Kristen di NTT. Ia berharap makna kemenangan Kristus dapat menginspirasi masyarakat untuk hidup dalam kasih, pengampunan, dan pelayanan.
“Semoga semangat Paskah menghadirkan damai sejahtera dan menginspirasi kita membangun NTT yang lebih Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan,” ujarnya.
Gubernur Melki menegaskan, anak muda bukan sekadar penerus masa depan, melainkan pemimpin masa kini yang harus berani berkata “TIDAK” pada hal-hal yang merusak.
Ia menyoroti maraknya kasus prostitusi yang mulai merambah dunia pelajar, peningkatan kasus HIV/AIDS, serta ancaman kekerasan seksual. Menurutnya, ini adalah musuh bersama yang harus dilawan dengan benteng iman dan karakter yang kuat.
“Ingatlah, Kristus telah menebus kita dengan harga yang tunai. Jangan menukar masa depan yang cerah dengan kenikmatan sesaat dan godaan duniawi. Jadilah terang dan jangan biarkan diri terjatuh ke dalam jurang dosa,” tegasnya.
Gubernur sangat mengapresiasi kehadiran Komunitas The Bridge dan Yayasan New Genesis yang dinilai menjadi jawaban atas keprihatinan sosial. Ia menyebut nama “The Bridge” sangat bermakna sebagai jembatan yang menghubungkan masa kini yang penuh tantangan menuju masa depan yang bermartabat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. The Bridge hadir sebagai wadah pembinaan intelektual, spiritual, dan karakter. Saya minta agar gerakan ini terus konsisten berkolaborasi dengan pemerintah untuk menyelamatkan anak-anak kita dari jeratan prostitusi dan pergaulan bebas,” tambahnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemprov NTT untuk terus mendukung berbagai inisiatif positif demi mencetak generasi yang beriman, cerdas, dan berkarakter tangguh.
Sementara itu, perwakilan panitia, PS dr. Valerio, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud syukur Paskah sekaligus upaya menjangkau pelajar. Melalui program edukasi dan pendekatan spiritual, The Bridge hadir untuk menjadi tempat pemulihan dan pembinaan karakter.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi dan Kota Kupang yang telah memberi kepercayaan bagi kami untuk masuk ke sekolah-sekolah. Program ini akan terus berlanjut setiap bulan demi melayani generasi muda,” tutupnya.
Laporan : Rocky marsiano Taseseb
Sumber : Biro Administrasi Pimpinan Setda Prop.NTT
Editor : MSR








