KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima kunjungan kerja Komisi X DPR RI di Ruang Rapat Gubernur, Rabu (22/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Melki secara terbuka memaparkan sejumlah persoalan mendasar yang masih menjadi tantangan di daerahnya.
Melki mengakui bahwa kondisi pendidikan di banyak wilayah NTT masih belum memenuhi standar. Mulai dari akses yang sulit, sarana prasarana terbatas, hingga biaya yang masih memberatkan masyarakat.
“Posisi geografis kita sebagai provinsi kepulauan membuat pemerataan pendidikan menjadi tidak mudah. Ini tantangan serius yang belum sepenuhnya teratasi,” ujar Melki.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani, menyebutkan data yang cukup mencengangkan. Meskipun NTT memiliki Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) tertinggi di Indonesia yaitu 62,05, namun kemampuan literasi dasarnya justru rendah.
“Lebih dari 25% siswa SMA di NTT masuk kategori literasi rendah. Rata-rata lama sekolah juga masih di bawah nasional, artinya anak-anak di sini kehilangan hampir setahun masa belajar dibanding daerah lain,” jelasnya.
Sorotan Utama dalam Pertemuan
1. Kondisi Perpustakaan
Gubernur Melki menyoroti kondisi gedung perpustakaan provinsi yang sering rusak meski sudah direnovasi. Ia meminta dukungan untuk membangun gedung baru yang layak mengingat minat baca masyarakat sangat tinggi.
2. Kebudayaan dan Artefak
Pemprov NTT berencana melakukan penelusuran dan upaya pengembalian artefak budaya yang berada di luar negeri, termasuk di Belanda, untuk dikembalikan sebagai aset identitas dan ekonomi daerah.
3. Validitas Data Kemiskinan
Ditemukan ketidakakuratan data, di mana ada warga yang bertahun-tahun tetap tercatat sebagai penerima bantuan. Hal ini dinilai mengganggu efektivitas penyaluran program sosial.
4. Kesiapan PON XX/2028
Komisi X menegaskan komitmennya memastikan penyelenggaraan PON NTT-NTB nanti sukses dari segi administrasi, infrastruktur, hingga ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Pendidikan TA 2026 sebesar Rp1,06 Triliun.
Wakil Gubernur Johni Asadoma berharap dana dan dukungan ini bisa segera mengatasi masalah kesejahteraan guru, terutama PPPK paruh waktu, serta mempercepat perbaikan fasilitas sekolah di seluruh NTT.
Laporan : Rocky marsiano Taseseb
Sumber : Biro Administrasi Pimpinan Setda Prop.NTT
Editor : MSR








