KUPANG – Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menghadiri puncak acara Penutupan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XV Tahun Buku 2025 Koperasi KSP TLM Indonesia. Acara yang berlangsung meriah ini juga dimeriahkan dengan Festival Kuliner Khas NTT dan Konser Musik, bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, pada Sabtu (25/04/2026).
Dalam acara tersebut, Menteri Ferry turut mengenakan pakaian adat NTT dan menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat yang diberikan masyarakat.
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya menyambut baik kedatangan Menteri Koperasi. Ia menegaskan bahwa koperasi merupakan soko guru ekonomi dan menjadi kebutuhan dasar masyarakat di NTT, sesuai dengan arahan Presiden RI.
“Koperasi di NTT memang menghadapi beberapa tantangan, seperti akses pembiayaan, ekspansi usaha, kualitas SDM, dan digitalisasi. Namun, NTT adalah laboratorium terbaik untuk pengembangan ekonomi koperasi di Indonesia,” ujar Gubernur Melki.
Ia juga mengapresiasi capaian gemilang KSP TLM yang berhasil menaikkan aset secara signifikan dari Rp 800 Miliar menjadi Rp 1,2 Triliun. Pertumbuhan ini dinilai luar biasa dengan tingkat kredit macet yang sangat kecil, sehingga layak dijadikan contoh bagi koperasi lainnya.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengaku sangat terharu dan merasa terhormat bisa hadir di tengah masyarakat NTT.
“Saya baru pertama kali melihat penyambutan yang luar biasa seperti ini. Pakai baju adat, suasana sangat indah. Saya yakin Bung Hatta dan para Founding Father tersenyum dari atas melihat semangat ini,” ucapnya disambut tepuk tangan peserta.
Menteri Ferry menekankan bahwa koperasi harus menjadi tulang punggung perekonomian nasional, tidak hanya mengandalkan BUMN dan swasta.
Menteri juga memaparkan progres nasional program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang merupakan instruksi langsung Presiden RI.
“Saat ini sudah terbentuk 83 ribu koperasi yang memiliki akte badan hukum, dan 6.200 bangunan gudang sudah rampung. Dan yang membanggakan, NTT adalah salah satu provinsi yang paling cepat dalam pembentukan badan hukum ini,” tegasnya.
Setiap koperasi nantinya akan dibuka akses permodalan hingga Rp 3 Miliar untuk meningkatkan ekonomi lokal. Tujuannya agar masyarakat desa tidak hanya menjadi objek, melainkan menjadi subjek ekonomi yang mandiri dan sejahtera.
Acara ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan lembaga koperasi. Diharapkan melalui kolaborasi seperti KSP TLM dan lembaga keuangan lainnya, roda ekonomi rakyat akan semakin kuat dan berkeadilan.
Laporan : Rocky marsiano Taseseb
Editor : MSR








