Berita  

Eurico Guterres Pimpin 100 Warga Eks Timor Timur Serbu Polda NTT: Tolak Dituding Jadi Mafia MBG!

KUPANG – Suasana di lingkungan Markas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur berubah ramai dan penuh perhatian pada Senin pagi pukul 10.00 Wit, (8/06/2026). Puluhan kendaraan memenuhi area parkir, sementara ratusan orang berbaris tertib namun dengan tekad yang kuat, melangkah menuju pintu utama kantor kepolisian tertinggi di provinsi ini.Di barisan paling depan, tampak sosok Eurico Guterres, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Pejuang Timor-Timur (FKPTT). Ia berjalan tegap ditemani tim kuasa hukum dan tokoh-tokoh masyarakat eks Timor Timur, memimpin lebih dari 100 warga yang hadir berkumpul dalam satu tujuan yang sama: membela nama baik komunitas mereka dari tudingan keras yang beredar di dunia maya.Kedatangan rombongan besar ini bukan tanpa alasan. Semuanya bermula dari sebuah unggahan tajam akun anonim bernama “Darus Torus” yang menyebar luas di media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Unggahan itu memuat tuduhan serius yang menyasar langsung komunitas eks Timor Timur di NTT.Tulisan dalam unggahan tersebut berbunyi: “Kejati tangkap di NTT mafia titik MBG dan mafia yayasan yang monopoli hulu sampai hilir adalah oknum-oknum eks Tim-Tim.” Kalimat pendek itu seolah langsung menyematkan cap buruk kepada seluruh warga yang memiliki latar belakang sejarah bekas provinsi tersebut.Tuduhan itu menyentuh titik paling sensitif. Program Makan Bergizi Gratis atau MBG sendiri merupakan program strategis pemerintah yang bertujuan menyejahterakan masyarakat, terutama anak-anak. Jika tuduhan monopoli dan praktik mafia ini benar, dampaknya sangat besar. Namun, jika hanya isu tanpa bukti, dampaknya justru memecah belah masyarakat.

Menanggapi hal itu, Eurico dan seluruh elemen FKPTT merasa tidak bisa diam saja. Baginya, tuduhan yang digeneralisasi dengan sebutan “oknum eks Tim-Tim” adalah bentuk ketidakadilan yang berpotensi menciptakan permusuhan dan stigma negatif yang sulit dihapuskan.

Setelah menyampaikan surat pengaduan dan melakukan pertemuan tertutup dengan pejabat Polda NTT, Eurico keluar menemui puluhan awak media yang sudah menunggu sejak siang. Wajahnya serius, suaranya tegas, seolah ingin memastikan setiap kata yang diucapkannya terdengar jelas oleh seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur.

“Kami datang ke sini bukan untuk mencari masalah, apalagi menghalangi proses hukum. Kami hadir hanya untuk meminta kejelasan. Informasi yang beredar itu sangat berat dampaknya, tapi tidak ada satu pun nama jelas atau data pendukung yang disertakan,” ujar Eurico membuka keterangannya.

Ia menegaskan, dalam setiap dugaan penyimpangan apapun, termasuk dalam pelaksanaan Program MBG, kebenaran harus dibarengi bukti yang sah. Tuduhan kosong tanpa landasan fakta sama saja dengan fitnah besar yang merugikan banyak pihak, bahkan merusak keharmonisan antarkelompok masyarakat.

“Kalau memang ada dugaan pelanggaran, tunjukkan datanya, sebutkan siapa pelakunya. Jangan pakai istilah umum seperti ‘oknum eks Tim-Tim’. Itu sama saja menuduh kami semua, lebih dari ribuan warga yang tinggal dan berusaha hidup baik di sini, sebagai penjahat,” tegasnya dengan nada berapi-api.

Eurico mengaku, sebenarnya pihaknya memiliki jaringan yang cukup luas dan kemampuan teknis untuk melacak siapa sosok di balik akun anonim “Darus Torus” tersebut. Namun, prinsip hukumlah yang membuatnya memilih jalan damai dan menyerahkan semuanya kepada kepolisian.

“Saya bisa saja tahu siapa dia. Tapi saya warga negara yang taat hukum. Saya ingin pihak yang membuat postingan itu dipanggil, dihadirkan, dan diminta bertanggung jawab. Katakan apa buktinya, siapa yang dimaksud, biar jelas bagi semua orang,” tambahnya.

Lebih jauh, tokoh yang dikenal tegas ini juga berani menyatakan sikap terbuka. Ia menyatakan siap jika namanya sendiri disebut-sebut dalam daftar oknum yang dituduhkan, asalkan tuduhan itu disertai bukti nyata yang bisa diuji kebenarannya di meja hijau.

“Jangan cuma berani di media sosial saja. Kalau ada bukti, hadapkan ke kami, proses sesuai hukum. Kami justru mendukung penuh pemerintah dan aparat hukum memberantas segala bentuk penyimpangan di program apa pun, termasuk MBG. Siapa yang salah, harus bertanggung jawab, tak terkecuali,” tandasnya.

Poin penting lain yang disampaikan Eurico adalah permohonan agar publik tidak terjebak dalam penilaian keliru. Komunitas eks Timor Timur, kata dia, telah lama berjuang menghadapi tantangan ekonomi dan sosial, berusaha berintegrasi dengan masyarakat NTT dan berkontribusi membangun daerah ini.

“Jangan sampai kesalahan segelintir individu, kalau memang ada, mencoreng nama baik seluruh kelompok kami. Jangan generalisasi tuduhan. Biar hukum bekerja adil, biar kebenaran terungkap. Kami datang ke sini demi itu: keadilan dan kejelasan,” pungkas Eurico diiringi sorak dukungan dari ratusan warga yang mendampinginya. (Rocky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *