Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menerima alokasi Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp23,23 triliun. Penetapan angka ini tertuang dalam Surat Bersama antara Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Menteri Keuangan. Alokasi dana strategis ini ditujukan untuk mempercepat peningkatan produksi komoditas pangan nasional sesuai dengan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Pertanian menyatakan bahwa kementerian telah ditugaskan oleh Kepala Negara untuk segera mengurangi ketergantungan terhadap impor pada berbagai komoditas pangan strategis. Langkah ini merupakan bagian dari upaya serius pemerintah dalam menjamin ketahanan pangan dan kedaulatan bangsa di dalam negeri.
“Dengan pagu anggaran sebesar Rp23,23 triliun, kami akan mengoptimalkan setiap sumber daya untuk memenuhi target peningkatan produksi. Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, fokus utama kami adalah pada komoditas yang selama ini masih bergantung pada impor,” ujar Mentan.
Dana tersebut akan dialokasikan secara proporsional dan efektif untuk mendukung tiga pilar utama keberhasilan program pertanian. Pertama, penguatan peran motor penggerak berupa penyuluh pertanian. Para penyuluh akan mendapatkan dukungan penuh untuk mendampingi petani di lapangan, memastikan adopsi teknologi terbaru, serta meningkatkan produktivitas lahan melalui bimbingan teknis yang intensif.
Kedua, anggaran juga diperuntukkan bagi pengembangan pendidikan pertanian. Hal ini bertujuan mencetak generasi petani milenial yang kompeten, inovatif, dan melek teknologi, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sektor pertanian melalui pelatihan dan vokasi yang berkelanjutan.
Ketiga, dana tersebut akan menunjang operasional satuan kerja di seluruh lingkup Kementerian Pertanian. Dukungan operasional ini mencakup pemeliharaan infrastruktur, logistik, serta efisiensi birokrasi agar layanan kepada masyarakat tani dapat berjalan cepat, transparan, dan akuntabel.
Dengan kombinasi dukungan terhadap SDM penyuluh, pendidikan, dan operasional kantor yang kuat, Kementan optimistis dapat merealisasikan target swasembada pangan dan menurunkan angka impor komoditas strategis secara signifikan pada tahun-tahun mendatang. (***)






