MAMASA – Gerakan Pemuda Mahasiswa Mamasa (GPMM) resmi melaporkan dugaan mangkraknya proyek pengaspalan jalan poros Uhailanu – Ralleanak ke Ditreskrimsus Polda Sulawesi Barat, Senin.
Proyek senilai Rp6,3 Miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2023 dan dikerjakan CV. Gio Pratama itu dituding tidak selesai dikerjakan, meski anggaran telah habis seluruhnya.
Koordinator GPMM Mamasa, Riskul, menyebut kondisi jalan di lapangan jauh dari kata tuntas. Ia menilai anggaran miliaran rupiah tersebut telah menjadi pemborosan yang merugikan masyarakat Desa Uhailanu dan Desa Ralleanak.
“Hari ini kami resmi memasukkan laporan pengaduan ke Ditreskrimsus Polda Sulbar. Proyek jalan Uhailanu – Ralleanak senilai Rp6,3 miliar ini tidak selesai sebagaimana mestinya, tapi anggarannya sudah habis tak bersisa. Ini skandal yang harus diusut tuntas!” ujar Riskul.
Usai menyampaikan laporan, delegasi GPMM melakukan audiensi dengan penyidik Ditreskrimsus Polda Sulbar. Pihak kepolisian disebut berjanji akan melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut.
GPMM menegaskan akan terus mengawal proses hukum agar kasus ini tidak berhenti di atas kertas.
“Jangan sampai proyek bernilai miliaran rupiah ini hanya menjadi cerita gelap dan dongeng mistis di tengah masyarakat. Kami akan terus menggedor dan mengejar kasus ini sampai ada kepala yang bertanggung jawab di balik jeruji besi,” tegas Riskul. (***)






