KUPANG – Kota Kupang kembali dimeriahkan dengan pertunjukan seni yang penuh inspirasi. JJ Music Course menggelar konser anak yang berlangsung meriah di ruang pertemuan Aston Kupang Hotel, pada Rabu sore (17/6/2026). Puluhan peserta didik tampil bergantian memamerkan kemampuan musik mereka di atas panggung yang ditata secara profesional.
Dalam pertunjukan tersebut, para anak-anak memainkan beragam alat musik dengan apik, mulai dari piano, gitar, biola, hingga alat musik tradisional khas Nusa Tenggara Timur, Sasando. Setiap nada yang dihasilkan terdengar jelas dan teratur, berhasil memukau seluruh penonton yang memadati ruangan, termasuk orang tua peserta, tim pengajar, serta sejumlah tamu undangan. Tepuk tangan meriah terus bergema setiap kali satu sesi penampilan selesai.
Bagi JJ Music Course, acara ini bukan sekadar ajang pamer kemampuan teknis bermusik. Konser ini merupakan bagian integral dari sistem pembinaan karakter yang telah dirancang sejak lembaga ini berdiri. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan kepercayaan diri dan keberanian anak untuk tampil di hadapan umum sejak usia dini, sebuah bekal berharga bagi tumbuh kembang mereka di masa depan.
Pendiri sekaligus pemilik JJ Music Course, Yudi Lima S.H., menekankan bahwa pendidikan musik tidak hanya soal menguasai teknik atau nada. Menurutnya, anak-anak membutuhkan ruang nyata untuk menguji mental dan keberanian mereka.
“Melalui panggung ini, mereka belajar membawakan karya musik sekaligus melatih ketenangan saat berada di hadapan orang banyak. Kegiatan konser seperti ini diselenggarakan secara rutin dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan kami selama bertahun-tahun,” ujar Yudi.
Selain fokus pada pembentukan karakter, JJ Music Course juga menonjolkan kualitas pengajaran. Seluruh tenaga pengajar di lembaga ini merupakan lulusan Sarjana Musik, sehingga bimbingan yang diberikan terarah dan sesuai dengan standar pendidikan musik berkualitas tinggi.
Berdiri sejak tahun 2013 di Kelurahan Airnona, Kota Kupang, JJ Music Course telah melayani masyarakat setempat selama lebih dari satu dekade. Lembaga ini menawarkan fleksibilitas belajar, baik melalui kelas langsung di lokasi kursus maupun program home teaching di mana guru datang ke rumah peserta.
Karena metode belajar yang bervariasi, banyak peserta yang sebelumnya belum saling mengenal. Oleh karena itu, konser ini juga berfungsi sebagai sarana reuni dan silaturahmi. “Panggung konser menjadi tempat mempertemukan seluruh peserta. Di sini mereka bisa saling mengenal, bertukar pengalaman, serta belajar menghargai kemampuan teman-temannya,” tambah Yudi.
Yudi menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa musik memiliki peran vital sebagai jembatan pemersatu. Melalui konser ini, terbukti bahwa musik mampu menyatukan hati dan potensi anak-anak di Kupang dalam suasana yang positif dan edukatif. (Rocky)






