PASANGKAYU – Bupati Pasangkayu, H. Yaumil Ambo Djiwa, secara resmi membuka kegiatan Simulasi Terpadu Sigap65Damkarmat Pasangkayu dengan tema “Kolaborasi Cepat Tanggap Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pasangkayu”. Kegiatan digelar di halaman Kantor Bupati Pasangkayu, Jalan Ir. Soekarno-Hatta, Rabu (22/7/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kabupaten Pasangkayu, Sekretaris Daerah, Asisten I dan Asisten II Setda, pimpinan perusahaan perkebunan kelapa sawit, kepala OPD, para camat, serta Ketua dan jajaran pengurus APDESI Kabupaten Pasangkayu.
Dalam sambutannya, Bupati Yaumil mengatakan Kabupaten Pasangkayu memiliki wilayah yang luas dengan tantangan geografis besar. Hal itu menjadi kendala dalam memenuhi standar waktu tanggap atau _response time_ penanganan kebakaran.
“Karena itu, diperlukan sebuah terobosan yang mampu memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan kebakaran dan penyelamatan,” ujar Yaumil.
Menurutnya, Program Sigap65Damkarmat Pasangkayu merupakan inovasi strategis yang mengintegrasikan kekuatan Pemerintah Daerah, TNI, Polri, perusahaan perkebunan kelapa sawit, pemerintah desa, hingga masyarakat melalui Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar).
“Kolaborasi ini bertujuan mempercepat penanganan kejadian darurat kebakaran sehingga keselamatan jiwa, harta benda, dan lingkungan dapat lebih terlindungi,” jelasnya.
Bupati menegaskan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata komitmen bersama membangun sistem penanggulangan kebakaran yang kolaboratif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Melalui kerja sama ini, seluruh sumber daya yang dimiliki para pihak dapat disinergikan untuk mendukung respons cepat terhadap setiap kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Pasangkayu,” katanya.
Yaumil juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pasangkayu beserta jajaran, Kodim 1427/Pasangkayu, Yonif TP 874/Vovasanggayu, Polres Pasangkayu, pimpinan perusahaan sawit, dan APDESI atas komitmen dalam mendukung keselamatan masyarakat.
“Saya memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian dalam mendukung keselamatan masyarakat Pasangkayu,” ungkapnya.
Ia berharap setelah penandatanganan MoU, seluruh pihak menjalankan peran dan tanggung jawab secara konsisten demi menghadirkan pelayanan yang lebih baik.
“Mari kita jadikan kerja sama ini sebagai langkah awal untuk membangun sistem respons kebakaran yang lebih cepat, lebih efektif, dan lebih profesional demi terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak masyarakat Pasangkayu untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pencegahan kebakaran dengan meningkatkan kewaspadaan serta mendukung keberadaan Redkar di setiap desa dan kelurahan.
Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Pasangkayu bersama para pemangku kepentingan, serta simulasi terpadu penanganan kebakaran dan penyelamatan sebagai implementasi nyata sinergi lintas sektor menghadapi situasi darurat. (Jas)






