JAKARTA – Dalam aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasehat PPPK Paruh Waktu Indonesia (PPPK PWI), Said Iqbal, menyampaikan 11 tuntutan isu strategis langsung kepada Presiden Republik Indonesia.
Salah satu poin utama yang diperjuangkan adalah permohonan agar status PPPK Paruh Waktu ditingkatkan menjadi ASN PPPK penuh. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa besaran gaji yang diterima saat ini dirasa masih sangat kecil jika dibandingkan dengan beban kerja yang ditanggung.
“Alhamdulillah, kami lihat tuntutan yang dibacakan oleh penasehat kami dari PPPK PWI yang sekaligus juga sebagai Presiden KSPI, langsung dicatat oleh Presiden Prabowo di tempat,” ujar Iqbal selaku Sekjen PPPK PWI dalam keterangannya, Senin (04/05/2026).
Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Said Iqbal yang terus mendampingi dan memperjuangkan nasib para tenaga PPPK Paruh Waktu. Melalui momentum May Day ini, mereka berharap apa yang menjadi aspirasi dapat segera ditindaklanjuti oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Said Iqbal yang tak henti-hentinya terus membersamai kami di dalam berjuang hingga ke titik ini. Kami sangat berharap agar nantinya apa yang menjadi tuntutan kami dapat ditindak lanjuti oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto, agar masa depan PPPK Paruh Waktu dapat lebih jelas serta kesejahteraan lebih terjamin,” ungkapnya.
Meskipun kegiatan aksi damai ini dilaksanakan di Jakarta dengan jumlah peserta yang mencapai ratusan ribu orang dari berbagai elemen, namun dampak perjuangan ini diyakini akan menggema secara nasional hingga ke seluruh pelosok daerah.
“Walau kegiatan ini dilaksanakan di Monas dengan perkiraan jumlah peserta mencapai ratusan ribu orang dari berbagai elemen, akan tetapi dipastikan perjuangan ini akan menggema secara nasional hingga ke seluruh pelosok daerah,” tutup Sekjen PPPK PWI (*)








