Berita  

Presiden Prabowo Subianto Kirim 28 Ekor Sapi Jumbo untuk NTT, Gubernur Melki Serahkan Sapi “Siloam” Seberat 1.105 Kg di UMK Kupang

Simbol Kepedulian Pusat & Semangat Toleransi: 80% Mahasiswa UMK Beragama Kristen Ikut Saksikan Penyerahan Hewan Kurban Terbaik

KUPANG – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun ini terasa lebih istimewa dengan hadirnya bantuan langsung dari Pemerintah Pusat. Sebanyak 28 ekor sapi kurban pilihan dikirim oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di NTT.Puncak seremonial penyerahan berlangsung di Masjid KH. Ahmad Dahlan, Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK), pada Rabu (27/05/2026). Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, bertindak sebagai perwakilan untuk menyerahkan secara simbolis salah satu sapi terbaik tersebut kepada civitas akademika UMK dan masyarakat sekitar.Sapi yang diserahkan khusus di lokasi ini diberi nama “Siloam”. Berdasarkan keterangan Wakil Rektor III UMK, Syamsul Bahri, sapi jantan jenis unggulan ini berusia lima tahun dengan estimasi berat mencapai 1.105 kilogram. Sebelum diserahkan, “Siloam” telah melalui pemeriksaan ketat oleh dokter hewan, meliputi cek fisik dan darah, serta dinyatakan sehat dan bebas dari penyakit, sehingga layak sebagai hewan kurban.

“Sapi bantuan Presiden ini merupakan sapi pilihan terbaik di daerah, dengan bobot minimal 900 kilogram. Khusus ‘Siloam’ bahkan mencapai lebih dari satu ton,” ujar Gubernur Melki saat memberikan sambutan.Dalam arahannya, Gubernur Melki menekankan bahwa bantuan ini bukan sekadar distribusi daging, melainkan simbol nyata kepedulian negara dan penguatan solidaritas sosial. Ia juga menyoroti tingginya nilai toleransi yang hidup di lingkungan UMK, sebuah kampus multikultural di tengah masyarakat NTT yang majemuk.

“Toleransi tinggi di kampus ini. Terdapat 80% mahasiswa yang berkuliah di sini adalah umat Kristiani. Ini menunjukkan semangat persaudaraan yang hidup di NTT,” tegas Gubernur Melki.

Bagi Gubernur, semangat berkorban, gotong royong, dan menjaga kekeluargaan adalah kunci utama kemajuan daerah.

“Kalau mau NTT maju, Kota Kupang maju, Muhammadiyah maju, harus punya semangat solidaritas, rela berkorban, dan menjaga kekeluargaan yang kita dahulukan dalam spirit bersama-sama,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UMK, Syamsul Bahri, mengungkapkan rasa hormat dan kebanggaan civitas akademika atas kepercayaan pemerintah pusat. Bantuan ini dinilai menjadi motivasi kuat bagi seluruh elemen kampus untuk terus memperkuat semangat berkurban dan pelayanan sosial kepada masyarakat luas, tanpa memandang latar belakang agama atau suku.

Selain di UMK Kupang, total 28 ekor sapi kurban bantuan Presiden RI tahun ini akan didistribusikan merata ke berbagai titik di seluruh NTT. Setiap hewan yang dipilih memiliki kualitas premium dengan bobot minimal 900 kilogram, memastikan bahwa manfaat qurban dapat dirasakan secara maksimal oleh warga, khususnya kaum dhuafa dan yatim piatu.

Acara penyerahan dihadiri oleh seluruh Civitas Akademika UMK, Tokoh Masyarakat dan Agama, Pimpinan Perangkat Daerah Pemprov NTT, serta masyarakat sekitar. Suasana khidmat bercampur haru terlihat saat prosesi penyerahan dilakukan, menjadi bukti nyata bahwa Idul Adha adalah momen pemersatu bangsa.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan semangat pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dapat terus menginspirasi masyarakat NTT untuk membangun daerah dengan penuh keikhlasan, toleransi, dan kebersamaan. (Rocky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *