Berita  

Suara Masyarakat Flotim: Semangat Kemerdekaan Harus Dirasa Sama oleh Pejabat dan Rakyat

FLORES TIMUR, – Menjelang Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, muncul suara kritis dari masyarakat Flores Timur yang meminta penyelenggara menjunjung semangat keadilan dan kesetaraan.

Kritik tersebut disampaikan melalui unggahan Facebook oleh akun Ade Efran di halaman “Suara Flotim”, Senin (11/8/2026). Ia menyoroti penggunaan tenda saat upacara 17 Agustus yang dinilai menimbulkan perbedaan perlakuan.

“Saran saya upacara apel bendera 17 Agustus tidak boleh pake tenda, jangan masyarakat berdiri di panas baru pejabat enak-enak duduk di bawah tenda sambil makan snack, aqua,” tulis Ade Efran.

Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar soal tenda, makanan atau minuman. Lebih dari itu, ini menyangkut empati pemerintah kepada masyarakat yang hadir memperingati hari kemerdekaan.

 

Mohon Jangan Ada Perbedaan Perlakuan

Peringatan 17 Agustus disebut sebagai milik seluruh rakyat. Karena itu, masyarakat berharap tidak ada kesan diskriminasi antara pejabat, tamu undangan, dan masyarakat biasa.

“Jika masyarakat diminta hadir dalam kondisi panas, maka keselamatan dan kenyamanan seluruh peserta semestinya menjadi perhatian bersama. Jangan sampai rakyat berdiri kepanasan, sementara pihak tertentu mendapatkan kenyamanan lebih,” lanjut unggahan tersebut.

Masyarakat menekankan, semangat kemerdekaan harus menghadirkan rasa kebersamaan. Pejabat dan rakyat berada dalam satu barisan sebagai bangsa yang sama, sehingga prinsip keadilan perlu menjadi dasar kegiatan kenegaraan.

Bukan Menyerang, Tapi Meminta Keadilan

Dalam unggahannya, Ade Efran menegaskan kritik ini bukan bentuk kebencian kepada pemerintah. Justru kritik ini menjadi pengingat agar kegiatan pemerintah semakin dekat dengan rakyat.

Masyarakat juga tidak meminta hal berlebihan. Mereka hanya berharap kenyamanan, perlindungan dari panas, dan fasilitas pendukung dipertimbangkan secara adil bagi peserta yang berdiri lama.

“Jika memang penggunaan tenda diperlukan karena alasan protokoler atau kesehatan, maka diharapkan penyelenggara dapat memikirkan solusi agar masyarakat yang berada di lapangan juga tidak dibiarkan menghadapi panas dalam waktu lama,” tulisnya.

Semangat Kemerdekaan Harus Sampai ke Rakyat

Unggahan tersebut ditutup dengan ajakan agar HUT RI menjadi momentum menunjukkan pejabat dan rakyat berdiri bersama.

“Jangan sampai masyarakat datang dengan semangat menghormati kemerdekaan, tetapi pulang membawa kesan bahwa mereka hanya menjadi penonton, sementara yang memiliki jabatan mendapatkan kenyamanan lebih. Rakyat tidak meminta diperlakukan istimewa. Rakyat hanya memohon diperlakukan dengan adil,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara upacara 17 Agustus di Flores Timur belum memberikan tanggapan resmi terkait masukan masyarakat tersebut. (Rocky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *