Dampak Efisiensi Anggaran: MTQ Pasangkayu Batal Digelar, Begini Cara Kirim Utusan ke Provinsi

PASANGKAYU – Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah berimbas ke agenda tahunan Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat kabupaten di Sulawesi Barat. Sejumlah daerah terpaksa meniadakan atau belum memastikan pelaksanaan MTQ 2026.

Kabupaten Pasangkayu termasuk yang terdampak. Daerah yang pernah menorehkan prestasi sebagai Juara Umum III STQH tingkat Provinsi Sulbar 2023 itu dipastikan tidak menggelar MTQ tingkat kabupaten tahun ini.

Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Pasangkayu, Metty, membenarkan hal tersebut. “Terkait MTQ tingkat seleksi Kabupaten Pasangkayu tahun ini ditiadakan karena efisiensi anggaran. Tapi Insya Allah Kabupaten Pasangkayu tetap ikut ke tingkat Provinsi dengan teknis penunjukan langsung,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis 23/4/2026.

Dengan skema penunjukan, Pemkab Pasangkayu akan mengirim qari dan qari’ah terbaik tanpa melalui seleksi berjenjang seperti tahun-tahun sebelumnya. MTQ tingkat kabupaten selama ini menjadi ajang penyaringan bibit unggul sebelum berlaga di provinsi.

Kepala Kantor Kemenag Pasangkayu, Haerul, http://S.Ag., yang baru dilantik menggantikan H. Hatta, mengaku baru mengetahui informasi tersebut. “Saya juga baru tahu, kalau tidak ada pelaksanaan MTQ Kabupaten Pasangkayu,” kata Haerul singkat.

Kondisi serupa dialami Kabupaten Mamuju dan Mamasa yang dikabarkan kemungkinan besar juga tidak menggelar MTQ tingkat kabupaten dengan alasan pemangkasan anggaran.

Sementara itu, Kabupaten Polewali Mandar sudah lebih dulu melaksanakan MTQ. Kabupaten Majene memastikan tetap menggelar. “Tetap kami akan laksanakan, rencananya tanggal 28 ini. Kami sudah koordinasi dengan Pemkab untuk pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten,” jelas Kakan Kemenag Majene, Muh. Sahlan, S.Ag.

Adapun Kabupaten Mamuju Tengah masih menunggu hasil rapat terpadu. “Kepastiannya hari Senin minggu depan setelah kami rapat dengan Kemenag dan LPTQ,” terang Kabag Kesra Mateng, Akbar As’ad.

MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Barat sendiri dijadwalkan berlangsung akhir Mei 2026. Meski mekanismenya berbeda, daerah tetap berupaya mengirim utusan terbaik untuk mengharumkan nama kabupaten masing-masing.

Laporan : Jasman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250