MAUMERE – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, meyakini bahwa perubahan pola pendidikan adalah kunci untuk memutar roda ekonomi daerah. Hal ini disampaikannya saat pra-launching program One School, One Product (OSOP) di SMK Negeri 1 Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat (17/4/2026).
Melki menegaskan, pendidikan tidak boleh hanya berhenti di teori, tetapi harus menghasilkan produk nyata yang mampu menahan uang agar tetap beredar di daerah.
Dalam arahannya, Gubernur Melki menyoroti kondisi ekonomi NTT yang masih mencatatkan defisit perdagangan cukup besar, mencapai sekitar Rp51 triliun.
“Kita harus produksi sendiri. Kalau tidak, uang kita terus keluar. Sekolah punya peran melatih anak menghasilkan produk dan uang,” tegasnya.
Program OSOP ini menjadi salah satu pilar utama penyokong NTT Mart, bersama desa dan komunitas, untuk memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal seperti pertanian, peternakan, hingga produk olahan sederhana.
Gubernur menekankan perlunya perubahan orientasi belajar. Ilmu akademik dan karakter harus seimbang dengan kewirausahaan agar lulusan tidak bingung saat kembali ke daerah.
“Sekarang tidak ada jaminan lulusan kampus terbaik langsung dapat kerja. Banyak yang pulang 5 sampai 10 tahun masih kosong karena tidak nyambung dengan potensi daerahnya,” ungkapnya.
Oleh karena itu, siswa harus dikenalkan sejak dini pada kekayaan daerah, sehingga tahu mau bekerja di bidang apa setelah lulus.
“Yang penting sekarang bukan sekolah di mana, tapi belajar bidang apa untuk tujuan apa. Kalau tidak nyambung, percuma,” tambahnya.
Selain penguatan kewirausahaan, Gubernur juga meminta:
1. Aktifkan Pramuka: Sebagai media terbaik membangun disiplin, kepemimpinan, dan karakter siswa.
2. Dialog Terbuka: Mencegah masalah di sekolah meluas ke media sosial dengan komunikasi yang sehat antar guru, siswa, dan orang tua.
3. Jam Belajar Masyarakat: Kebijakan khusus untuk menciptakan waktu hening belajar dan mempererat interaksi keluarga.
4. Regulasi Produk Lokal: Mendorong penggunaan produk lokal di lingkungan pemerintahan, hotel, dan usaha agar ekonomi berputar di masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, melaporkan bahwa program NTT Mart berbasis OSOP sudah mulai diterapkan di Kabupaten Belu, TTU, TTS, dan Kota Kupang.
Sementara itu, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyatakan siap mendukung penuh dan memperkuat kapasitas guru agar pendidikan semakin relevan dengan zaman.
Laporan : Rocky marsiano Taseseb
Sumber : Biro Administrasi Pimpinan Setda Prop.NTT
Editor : MSR








