Gubernur Melki: Pengadaan Lahan K-SIGN Rote Ndao Harus Transparan dan Berkeadilan

KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menekankan pentingnya proses pengadaan lahan untuk proyek strategis Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao agar berjalan transparan, akuntabel, dan menjunjung tinggi keadilan.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Pembahasan Tim Terpadu dan Tim Persiapan Pengadaan Lahan yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Kamis (23/04/2026).

Gubernur Melki menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini akan menjadi tolok ukur kepercayaan pemerintah pusat dan investor terhadap NTT.

“Kalau kita bekerja serius, cepat, dan jaga stabilitas, peluang investasi terbuka lebar. Tapi kalau tidak dikelola dengan baik, kita akan kehilangan momentum besar untuk kemajuan daerah,” tegasnya.

Menurutnya, penetapan Rote Ndao sebagai pusat industri garam nasional adalah peluang emas yang akan memberikan dampak ekonomi besar, mulai dari penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, hingga kesejahteraan masyarakat.

Melki menekankan bahwa pengadaan lahan bukan hanya soal administrasi, tetapi juga menyangkut aspek sosial, budaya, dan hak ulayat masyarakat.

“Proses ini harus hati-hati, mengedepankan dialog dan musyawarah. Saya tidak ingin pembangunan ini justru menimbulkan konflik baru. Sebaliknya, ini harus menjadi ruang tumbuh dan kesejahteraan bagi masyarakat lokal,” ujarnya.

Ia meminta seluruh tim turun langsung ke lapangan, bekerja dengan integritas, dan memastikan hak-hak warga terpenuhi serta dihargai sesuai kearifan lokal.

Dengan hadirnya K-SIGN, Melki menilai posisi Rote Ndao akan berubah. Tidak lagi hanya dilihat sebagai wilayah terluar, tetapi menjadi beranda depan pembangunan ekonomi nasional.

Pengembangan kawasan ini direncanakan secara terintegrasi, tidak hanya fokus pada produksi garam, tetapi juga membangun infrastruktur, industri hilir, peningkatan SDM, dan iklim investasi yang kondusif.

“Diharapkan kawasan ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan Indonesia,” jelas Melki.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT Flouri Rita Wuisan, Wakil Ketua DPRD NTT Nando Soares, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, jajaran Forkopimda, serta pimpinan OPD terkait.

Laporan : Rocky marsiano Taseseb
Sumber : Biro Administrasi Pimpinan Setda Prop.NTT
Editor    : MSR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250