SIKKA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi manajemen Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik yang dikelola Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menilai data yang disajikan di Pos Komando Maumere cukup detail dan terpusat.
“Ini saya lihat datanya detail sekali ini dan bagus ya. Tersentralisir di sini. Artinya, manajemen untuk penanganan bencana sekali lagi cukup bagus di sini,” ujar Mendagri usai mendengar paparan perwakilan Pemkab di Posko, Rabu (19/8/2026).
Data tersebut mencakup sebaran pengungsian, jumlah pengungsi di tiap titik, kondisi terkini, bantuan yang masuk dan keluar, hingga status kebutuhan masyarakat di tiap desa dan kecamatan. Termasuk di pulau-pulau kecil di wilayah Sikka seperti Pulau Palue.
Dalam kesempatan itu, Mendagri mengimbau pemerintah daerah untuk tetap waspada. Mengingat BMKG memperkirakan gempa susulan masih berpotensi terjadi di Pulau Flores selama dua minggu hingga sebulan ke depan.
“Jangan paksa masyarakat untuk tidur di dalam. Kalau mereka mau di luar, di tenda, di tempat yang aman, silakan. Jangan dipaksa. Sambil kasih makan, kelengkapan mereka minum dan lain-lain yang mendasar,” tuturnya.
Mendagri juga meminta Pemda terus memperbarui data, khususnya kondisi rumah, bangunan, sekolah, tempat ibadah, hingga fasilitas kesehatan. Menurutnya, pendataan yang rapi akan sangat membantu persiapan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Sambil kita melakukan pendataan-pendataan terus. Untuk persiapan rekonstruksi, rehabnya nanti. Pemerintah pusat pasti enggak tinggal diam. Kita keroyok semua ya,” tutupnya.
Sebelum mengunjungi Posko Maumere, Mendagri sempat meninjau kondisi Pelabuhan Laurentius Say dan memberikan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Mendagri juga berbincang dengan otoritas pelabuhan dan ahli waris korban gempa.
(Rilis: Puspen Kemendagri)






