PASANGKAYU – Kemarau mulai terasa di Pasangkayu. Sumur warga di Dusun Lione, Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, mulai mengering. Warga terpaksa gali sumur lebih dalam demi setetes air.
Melihat kondisi itu, Bhabinkamtibmas Polsek Pasangkayu BRIPKA Leo turun langsung, Jumat 24/4/2026. Sejak pagi, ia patroli sambang dan dialogis ke rumah-rumah warga.
Pesan utamanya tegas: jangan buka lahan dengan cara dibakar. “Musim kemarau begini, api kecil bisa jadi besar. Karhutla rugikan kita semua. Asap ganggu kesehatan, tanah jadi rusak,” ujar BRIPKA Leo di hadapan warga.
Selain soal api, ia juga mengingatkan soal sengketa. “Kalau ada masalah tanah atau batas kebun, selesaikan lewat jalur hukum. Jangan main hakim sendiri. Biar desa tetap adem,” tambahnya.
Warga Dusun Lione menyambut baik. “Iya Pak, sekarang gali sumur sudah 12 meter baru dapat air. Kalau ada kebakaran, tambah susah kami,” kata Ahmad, 45, warga setempat.
Kapolres Pasangkayu AKBP Joko Kusumadinata melalui Kapolsek Pasangkayu IPTU Candra Boyke Ombong menegaskan peran warga penting cegah karhutla. “Bhabinkamtibmas terus keliling. Tapi suksesnya butuh kesadaran semua. Jangan bakar lahan, lapor cepat kalau lihat titik api,” pesannya.
Kegiatan sambang berakhir pukul 11.00 Wita, aman dan penuh keakraban. Polisi dan warga sepakat: jaga Lariang dari api, jaga desa tetap rukun.
Laporan : M. Jasman
Sumber : Bripka Mulwan, humas polres Pasangkayu








