Berita  

Penuh Haru, Dengan Kemanisan Hatinya Seorang Warga Ampana Resmi Memeluk Agama Islam

PALU – Suasana haru menyelimuti Masjid Nurul Aafiah Rumah sakit Undata Palu, jalan RE.martadinata, Kelurahan Tondo, Kecamatan mantikulore, Wilayah wali kota palu, prov.Sulawesi tengah. Jum’at (5/06/2026). Dengan Kemanisan hatinya Seorang laki-laki yang berdarah manado kombinasi ampana poso adalah warga Ampana, Kab.Poso, sulawesi tengah yang bernama Frengki Robert Mawei (25), lelaki tersebut yang sebelumnya beragama Nasrani, resmi menyatakan diri masuk Islam (Mualaf) setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Prosesi pengislaman tersebut dipimpin langsung oleh Ustadz Abah Musa dan disaksikan oleh Ust. Muksin atau Abah Inam (Imam Masjid Nurul Aafiah RSUD Undata Palu) dan di saksikan pula oleh puluhan warga jamaah jum’at, termasuk beberapa anggota keluarganya yang telah lebih dahulu memeluk Islam.Dalam keterangannya usai prosesi, Robert yang kini sudah memeluk agama islam berubah nama menjadi Hamsah, mengaku bahwa keputusannya untuk memeluk Islam atas kemauan sendiri tanpa ada paksaan atau tekanan dari manapun juga melainkan kemanisan hatinya, bukan berarti bahwa selama ini keluarganya mayoritas sudah memeluk agama islam.

Ia merasa menemukan ketenangan batin dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan eksistensialnya setelah mempelajari ajaran Islam dan berinteraksi dengan komunitas Muslim di lingkungannya.

“Awalnya saya hanya penasaran ingin tahu lebih dalam tentang Islam karena melihat ketetanggan dan kedamaian di lingkungan sini. Namun, semakin saya belajar membaca kitab suci Al-Qur’an dan memahami ajaran Nabi Muhammad SAW, hati saya semakin tersentuh. Saya merasa Islam adalah agama yang paling sesuai dengan fitrah saya,” ujar Robert yang kini berubah nama menjadi Hamsah dengan suara bergetar.

Ia menambahkan bahwa tidak ada paksaan dari pihak manapun dalam proses ini. Keputusan tersebut diambil secara sadar dan bulat setelah melalui diskusi mendalam dengan para keluarga yang telah memeluk agama islam dan ulama juga pendamping mualaf di daerah tersebut.

Sementara itu, Ust. Abah Musa yang memimpin prosesi syahadat menyampaikan apresiasi atas keberanian dalam menerima hidayah. Ia menekankan bahwa pintu Islam selalu terbuka bagi siapa saja yang mencari kebenaran dengan hati yang tulus.

“Kami menyambut baik saudara kita yang baru ini. Menjadi mualaf adalah awal dari perjalanan iman yang baru. Kami mengajak seluruh jemaah masjid untuk mendukung, membimbing, dan menjaga ukhuwah islamiyah agar saudara kita ini betah dan istiqomah dalam menjalankan syariat Islam,” katanya.

Usai mengucapkan syahadat, Robert langsung berganti nama menjadi Nama Baru Islami, yakni bernama Hamsah. (Jas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *