PASANGKAYU – Dalam upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas dan menekan potensi kecelakaan akibat kendaraan angkutan barang, Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Pasangkayu melaksanakan kegiatan imbauan dan sosialisasi intensif kepada para sopir truk pengangkut buah kelapa sawit. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (04/06/2026) pukul 09.30 WITA di lokasi penimbangan buah sawit, yang menjadi titik kumpul strategis bagi para pengemudi.
Sosialisasi ini merupakan respons tegas kepolisian terhadap masih banyaknya ditemukan kendaraan angkutan sawit yang membawa muatan melebihi kapasitas atau dikenal dengan istilah Over Dimension Over Load (ODOL). Selain itu, petugas juga menyoroti minimnya penggunaan jaring pengaman pada bak truk, yang sering kali menyebabkan buah sawit jatuh ke jalan raya dan membahayakan pengguna jalan lainnya, khususnya pengendara sepeda motor.
Dalam kesempatan tersebut, personel Unit Kamsel memberikan edukasi langsung terkait pentingnya mematuhi aturan keselamatan. Materi yang disampaikan mencakup:
Tertib Muatan: Tidak membawa beban melebihi kapasitas angkut kendaraan untuk menjaga kestabilan rem dan suspensi.
Pengamanan Muatan: Wajib menggunakan jaring atau tali pengikat yang kuat agar buah sawit tidak tercecer di jalan.
Kelayakan Kendaraan: Pengecekan rutin kondisi rem, ban, lampu utama, dan lampu sein sebelum beroperasi.
Etika Berkendara: Menerapkan sikap sabar dan hati-hati, terutama di jalur rawan kecelakaan.
Selain penyuluhan lisan, petugas juga membagikan brosur dan selebaran edukasi sebagai materi kampanye yang dapat dibawa pulang dan dibagikan kepada rekan kerja maupun keluarga.
Kapolres Pasangkayu, AKBP Joko Kusumadinata, melalui Kasat Lantas AKP Rara Ayu, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif para pengemudi terhadap risiko fatal dari pelanggaran muatan.
“Para sopir yang mengikuti kegiatan sosialisasi ini memahami bahaya muatan berlebih dan menyatakan komitmennya untuk memasang jaring pengaman pada bak truk mereka. Selain itu, pihak pengelola timbangan juga bersedia membantu mengingatkan para sopir yang masuk ke area mereka agar senantiasa mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan,” ujar Kasat Lantas.
Melalui pendekatan persuasif dan edukatif ini, Satlantas Polres Pasangkayu berharap dapat menciptakan budaya tertib berlalu lintas di kalangan pengemudi angkutan barang, khususnya sektor perkebunan sawit. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir angka kecelakaan, menjaga infrastruktur jalan dari kerusakan akibat ODOL, serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Kabupaten Pasangkayu.
(Jas/Humas Polres Pasangkayu)






