KUPANG – Sebuah catatan sejarah baru terukir bagi dunia gizi di Kota Kupang. Dewan Pengurus Cabang (DPC) Perhimpunan Ahli Gizi Seluruh Indonesia (PERSAGI) Kota Kupang resmi menggelar pelantikan pengurus untuk periode 2026–2031. Ini adalah kali pertama dalam perjalanan organisasi sejak berdiri tahun 2014, pelantikan dilakukan secara resmi dan khidmat, dihadiri sebanyak 129 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, organisasi profesi kesehatan, kalangan akademisi, hingga mitra pembangunan.
Selama lebih dari satu dekade berjalan, pengurus PERSAGI sebelumnya hanya menerima Surat Keputusan pengukuhan tanpa melalui prosesi pelantikan resmi. Kini, momen ini menjadi penanda babak baru bagi profesi ahli gizi di Kupang, dengan tekad kuat menjawab berbagai tantangan masalah gizi masyarakat. Kegiatan yang dibiayai sepenuhnya dari sumbangan anggota sebesar Rp11.800.000 ini bertujuan mengukuhkan peran pengurus sebagai agen perubahan, sekaligus memperkuat sinergi strategis dengan Pemerintah Kota Kupang dalam menekan angka stunting dan mewujudkan keluarga yang lebih sehat dan sejahtera.
Ketua DPC PERSAGI Kota Kupang periode 2026–2031, Habsibah M. M. Betty, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas amanah yang diberikan. Ia menegaskan adanya tiga pilar utama fokus kerja selama lima tahun ke depan. Pertama, memperkuat solidaritas dan kolaborasi erat antar sesama ahli gizi, lintas profesi kesehatan, serta pemerintah dan pemangku kepentingan demi menyukseskan program kesehatan nasional maupun daerah. Kedua, meningkatkan kompetensi profesional melalui seminar, pelatihan, dan diskusi agar ahli gizi mampu berinovasi serta beradaptasi dengan transformasi layanan kesehatan dan sistem digitalisasi. Ketiga, meningkatkan jangkauan pelayanan langsung ke masyarakat, menjadikan ahli gizi sebagai garda terdepan edukasi gizi seimbang di posyandu, sekolah, maupun media massa, sehingga keberadaan mereka bukan hanya sebagai penghitung kalori, tapi pencegah masalah kesehatan sejak dini.
“Dulu ahli gizi dicari saat ada masalah. Ke depan, ahli gizi hadir sebelum masalah itu datang. Jika kita diam, kita akan ditinggal. Tetapi jika kita bergerak bersama, profesi kita akan diperhitungkan,” tegas Habsibah dalam sambutannya.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua DPD PERSAGI Provinsi NTT, Agusthina Rosphita. Rangkaian acara meliputi pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris DPD, serah terima jabatan dari ketua periode sebelumnya I G A Ngurah Swarnawa kepada ketua terpilih, pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara, hingga penyerahan bendera pataka organisasi.
Turut hadir menyaksikan momen penting ini antara lain perwakilan Wali Kota Kupang, perwakilan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, perwakilan UNICEF NTT, serta pimpinan organisasi profesi kesehatan lainnya seperti PPNI, HAKLI, PAFI, YAKSI, juga unsur akademisi dari Poltekkes dan STIKES Nusantara Kupang.
Melalui pelantikan ini, PERSAGI Kota Kupang berkomitmen tinggi untuk bekerja dengan integritas, melayani berbasis ilmu pengetahuan, dan menjaga kebersamaan, demi mewujudkan Kota Kupang yang lebih sehat berlandaskan gizi yang baik bagi setiap warga. Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata, sesi keakraban, dan pertunjukan seni budaya. (Rocky)







