Berita  

Simson Polin: PBFI NTT Bangun “Mesin Juara”, Bidik Emas PON 2028 Lewat Pembinaan Sistematis

KUPANG, – Pengurus Besar Federasi Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Provinsi Nusa Tenggara Timur resmi melangkah tegas mempersiapkan diri menghadapi ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Dengan ambisi besar membawa pulang medali emas, organisasi ini mulai menyusun strategi jangka panjang usai pelantikan pengurus baru yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Sabtu (16/5/2026).Dewan Pembina PBFI NTT, Simson Polin, yang juga menjabat sebagai anggota DPRD NTT, menegaskan bahwa kekuatan sedang dibangun secara terstruktur dengan melibatkan seluruh jaringan olahraga di 22 kabupaten dan kota. Fokus utama pembinaan diarahkan pada penggalangan dan pengembangan atlet muda potensial sebagai tumpuan harapan daerah.

“Kami bersama Ketua PBFI NTT Antonius Mahemba terus mengonsolidasikan seluruh potensi daerah. Generasi muda adalah fondasi kami menghadapi PON 2028,” ujar Simson.Optimisme tersebut bukan tanpa dasar. Dalam kurun tiga tahun terakhir, atlet binaraga asal NTT telah membuktikan kualitasnya di kancah nasional, bahkan sukses mengukir prestasi gemilang dengan meraih medali emas dan perak pada kejuaraan yang digelar di Bali.

Guna mewujudkan target emas tersebut, PBFI NTT telah merancang program Pelatihan Daerah (Pelatda) jangka panjang yang komprehensif. Program ini mencakup serangkaian kegiatan mulai dari latihan fisik intensif, penguatan teknik dasar, simulasi pertandingan, klinik pelatihan, hingga uji coba kemampuan di tingkat nasional.

Persiapan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga gizi dan kesehatan. PBFI NTT telah menggandeng ahli gizi untuk menyusun pola makan, mengatur fase pembentukan massa otot, hingga kebutuhan suplemen agar atlet tampil dengan performa dan bentuk tubuh terbaik saat bertanding.

“Persiapan sekarang bukan hanya soal otot. Mental juara, disiplin, strategi, dan kekompakan tim juga jadi kunci utama,” jelas Simson.

Lebih jauh ia menambahkan, standar atlet modern menuntut kelincahan, koordinasi tubuh yang baik, mental bertanding yang tangguh, serta kemampuan menganalisis kekuatan lawan. Oleh karena itu, penguatan aspek psikologis dan kajian strategi lawan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pembinaan.

Sementara itu, Ketua Humas PBFI NTT yang baru dilantik, Rocky M Taseseb, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan media massa dalam acara tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk mempromosikan olahraga binaraga dan kebugaran di daerah serta berharap media dapat menjadi mitra strategis dalam memajukan prestasi NTT.

“Terima kasih kepada rekan media yang sudah hadir. Ini amanah besar bagi saya sebagai Ketua Humas pertama PBFI NTT. Kami akan bekerja keras mempromosikan olahraga binaraga dan fitnes di NTT serta meningkatkan prestasi atlet di tingkat nasional dan internasional. Kami berharap media bisa jadi mitra strategis kami,” ujar Rocky.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah, KONI, tim pelatih, tenaga ahli, dan masyarakat luas, PBFI NTT optimis sistem pembinaan atau “mesin juara” yang sedang dibangun ini akan mampu mengantar atlet Flobamora berdiri di podium tertinggi pada PON 2028 mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *