KUPANG – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menegaskan pentingnya deteksi dini kanker sebagai kunci utama menyelamatkan nyawa. Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan funwalk dan kampanye kesehatan dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026 di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan El Tari, Kupang, Sabtu (18/4/2026).

Acara bertema “Dari Semangat Kartini Melangkah Bersama Menuju Aksi Nyata Peduli Kanker dan Kesehatan Reproduksi” ini menjadi momentum untuk mengubah pola pikir masyarakat.
Dalam sambutannya, Wagub Johni menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri. Banyak kasus kanker payudara dan kanker serviks baru diketahui saat kondisinya sudah parah.
“Jangan tunggu sakit untuk memeriksakan diri. Deteksi dini adalah kunci untuk menyelamatkan kehidupan. Banyak kasus baru diketahui saat sudah stadium lanjut, ini yang harus kita ubah bersama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa semangat Kartini tidak hanya soal emansipasi, tapi juga semangat mencari ilmu dan memahami kesehatan diri sendiri.
“Semangat Kartini adalah semangat pengetahuan. Tantangan kita hari ini adalah bagaimana perempuan berani memahami dan menjaga kesehatan diri,” tambahnya.
Wagub Johni sangat mengapresiasi layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan, seperti IVA Test dan SADANIS. Metode ini dinilai cepat, mudah, dan terjangkau untuk mendeteksi gejala kanker sejak dini.
“Layanan ini dampaknya besar. Kalau ditemukan lebih awal, peluang sembuh jauh lebih tinggi,” ujarnya.
Selain skrining kanker, kegiatan ini juga mengedukasi soal kesehatan reproduksi, keluarga berencana (KB), hingga pemeriksaan kesehatan bagi remaja agar kesadaran dibangun sejak usia muda.
Wagub menekankan bahwa upaya meningkatkan derajat kesehatan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus menjadi pelaku utamanya.
“Pemerintah menyiapkan layanan, tapi kesadaran harus datang dari diri sendiri. Mari jadikan momen ini sebagai awal kita lebih peduli pada tubuh sendiri,” tutupnya.
Laporan : Rocky marsiano Taseseb
Sumber : Biro Administrasi Pimpinan Setda Prop.NTT
Editor : MSR








