PASANGKAYU (SULBAR) – Rapat lanjutan Panitia Khusus (Pansus) pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ) Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025 digelar di Ruang Aspirasi DPRD Kabupaten Pasangkayu, Selasa (21/04/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Pansus, Saifuddin Andi Baso, dan dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Muh. Dasri, anggota dewan lainnya, serta jajaran Asisten dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam forum tersebut, dibahas tindak lanjut atas 22 poin rekomendasi DPRD tahun sebelumnya. Meskipun pihak eksekutif memaparkan sejumlah capaian, Ketua Pansus Saifuddin Andi Baso menilai pelaksanaannya belum berjalan optimal.
Salah satu sorotan tajam adalah minimnya transparansi di sektor pendidikan. Ia mencontohkan kondisi memprihatinkan di sejumlah sekolah yang masih belum memiliki bangunan layak.
“Salah satunya tidak adanya transparansi di sektor pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang tertinggal. Termasuk sekolah di Marambeau dan SD di Pakawa yang siswanya masih belajar di gereja,” tegas Saifuddin.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya memasukkan data tenaga PPPK Paruh Waktu yang berjumlah sekitar 1.300 orang ke dalam dokumen LKPJ agar data kepegawaian terlihat utuh.
Sikap kritis juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD, Muh. Dasri. Ia menyoroti buruknya sistematika penulisan dalam dokumen LKPJ yang dinilai terkesan hanya menyalin dari tahun sebelumnya tanpa adanya perbaikan berarti.
“Artinya rekomendasi DPRD tentang perbaikan sistematika penulisan tidak dilaksanakan oleh pemerintah daerah,” tegasnya.
Dengan nada tegas, Dasri menuntut keseriusan dalam pengelolaan pemerintahan.
“Karena saya sebagai anak kampung punya perhatian besar terhadap daerah ini, maka jangan main-main soal mengelola daerah,” ujarnya.
Ia juga menolak mentah-mentah alasan kesalahan pemindahan data yang disampaikan tim penyusun. Menurutnya, dokumen resmi negara tidak boleh berisi kekeliruan yang bisa dibenarkan.
“Karena bicara dokumen kita tidak boleh main-main. Saya sebagai anak daerah merasa malu dengan apa yang disajikan hari ini,” ungkap Dasri dengan nada prihatin.
Kritik yang mengemuka dalam rapat tersebut menegaskan masih adanya celah serius, mulai dari penyajian data, sistematika penulisan, hingga implementasi program yang belum maksimal, sehingga menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depan.
Laporan : M. Jasman








