Perkuat Sinergi dan Komunikasi, Kapolda Sulbar Gelar Halal Bihalal Bersama Elemen Masyarakat

MAMUJU (SULBAR) – Sebagai upaya mempererat tali silaturahmi dan memperkuat komunikasi strategis, Kapolda Sulbar menggelar acara Halal Bihalal dengan berbagai elemen masyarakat, tokoh pemuda dan organisasi kemahasiswaan, Rabu (15/4/26) di tribun lapangan Tribrata Mapolda.

Kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi terbuka untuk membangun sinergi yang lebih baik antara kepolisian dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menegaskan bahwa kegiatan ini telah diagendakan khusus sebagai bentuk upaya menjembatani komunikasi. Ia mengajak seluruh hadirin untuk menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Acara ini saya agendakan khusus untuk bertemu dengan adik-adik yang selama ini sering berdiskusi dengan saya. Kegiatan ini bertujuan memperkuat komunikasi dan sinergi yang sudah berjalan baik,” tutur Kapolda.

Lebih lanjut, Kapolda menyebut bahwa masyarakat dan para pemuda adalah mitra kerja, bahkan bisa disebut sebagai “kuping” kepolisian. Masukan, aspirasi dan informasi yang disampaikan sangat krusial untuk menyusun strategi pengamanan yang tepat sasaran.

“Banyak keluhan masyarakat yang jika tidak ditangani bisa mengganggu keamanan. Oleh karena itu, suara kalian sangat penting. Saya ingin polisi di Sulbar tidak kaku dan militeristik, tapi polisi yang humanis, dekat dengan masyarakat dan memahami budaya lokal,” tegasnya.

Kapolda juga menyoroti pentingnya pemahaman karakteristik daerah. Menurutnya, pendekatan yang digunakan tidak bisa disamaratakan, melainkan harus menyesuaikan dengan budaya dan harapan masyarakat Sulbar.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga membagikan visi dan harapannya terkait masa depan daerah. Ia menyebutkan bahwa Sulbar memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, termasuk mineral dan uranium, yang akan menjadi penentu kemajuan daerah dalam 5 hingga 10 tahun ke depan.

“Kalianlah yang akan memegang estafet kepemimpinan di masa depan. Oleh karena itu, jadilah pribadi yang peka, memiliki empati dan jiwa entrepreneur. Jangan hanya menjadi penonton, tapi ambil peran dalam membangun Sulbar,” pesannya.

Kapolda juga menyinggung beberapa isu penting, di antaranya komitmen perbaikan citra Polri, ketersediaan kanal pengaduan masyarakat, serta penegasan bahwa penerimaan anggota Polri adalah gratis dan murni melalui sistem merit. Ia juga menekankan pentingnya penanganan unjuk rasa yang humanis dan sesuai prosedur.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi terbuka. Suasana diskusi semakin hidup dengan adanya tanggapan dan masukan dari berbagai organisasi antara lain dari:

Ketua DPD GMNI Provinsi Sulbar

menyambut baik langkah terbuka yang dilakukan Polda. Namun, ia juga menyoroti fenomena “no viral, no justice” yang kerap terjadi. Selain itu, pihaknya juga menyoroti penegakan hukum terkait kasus rokok ilegal yang dinilai belum menyentuh pelaku utama atau distributor besar.

Ketua Kopri PKC PMII Provinsi Sulbar

menyampaikan pertanyaan kritis terkait perlindungan perempuan. Ia menanyakan komitmen dan ketersediaan ruang yang aman bagi perempuan, khususnya terkait mekanisme penanganan kasus kekerasan seksual agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan berpihak kepada korban.

Sementara itu, perwakilan FPPI Pimkot Mamuju menyuarakan kekhawatiran terkait isu pertambangan di wilayah Botteng yang disebut memiliki potensi tanah jarang. Mereka meminta perhatian khusus agar potensi tersebut dikelola dengan baik demi kesejahteraan masyarakat dan tidak memicu keributan sosial akibat perbedaan kepentingan.

Acara ditutup dengan harapan agar komunikasi yang terjalin ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi kemajuan serta keamanan di Sulawesi Barat.

Laporan  : M. Jasman

Sumber   : Brigpol Indirwan Humas Polda Sulbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250