KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri acara Flobamora Business and Economic Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan NTT di Hotel Harper Kupang, Kamis (23/04/2026).
Mengusung tema “Sinergi Memperkokoh Struktur dan Mempercepat Transformasi Ekonomi NTT untuk NTT Maju dan Sejahtera”, forum ini menjadi wadah kolaborasi pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam acara ini juga diluncurkan program riset kebijakan ekonomi bernama “Karsa Nusa” yang bertujuan menghasilkan rekomendasi strategis berbasis data dan riset.
Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan bahwa kinerja ekonomi NTT tahun 2025 menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,14%, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 3,87%. Angka ini juga sedikit di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,12%.
“Inflasi juga terjaga stabil di angka 2,39%. Capaian ini mencerminkan fondasi ekonomi daerah yang semakin kuat,” ujar Gubernur.
Ia menambahkan, pertumbuhan ini bersifat inklusif karena sangat ditopang oleh sektor pertanian yang menyerap sebagian besar tenaga kerja, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong transformasi ekonomi melalui pengembangan potensi daerah dan hilirisasi komoditas unggulan.
“Kita fokus meningkatkan nilai tambah produk lokal. Selain itu, pembangunan diarahkan secara polisentris atau menyebar, tidak terpusat di satu titik saja,” jelasnya.
Beberapa proyek strategis yang dikembangkan antara lain:
– Kawasan industri garam di Rote Ndao.
– Industri perikanan dan budidaya udang di Sumba Timur.
– Penguatan klaster ekonomi di berbagai wilayah.
Gubernur juga menyoroti pentingnya memperbanyak jumlah wirausaha baru, terutama di kalangan mahasiswa, demi memperkuat ekosistem ekonomi daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Adidoyo Prakoso, memaparkan bahwa meski tahun 2026 dihadapkan pada tantangan global, optimisme tetap terjaga.
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi NTT tahun 2026 akan berada pada kisaran 4,94% – 5,54%.
“Pertumbuhan akan terus didorong melalui penguatan ekonomi kerakyatan, percepatan proyek strategis, serta pengembangan industri pengolahan seperti rumput laut, jambu mete, dan kopi,” paparnya.
Laporan : Rocky marsiano Taseseb
Sumber : Biro Administrasi Pimpinan Setda Prop.NTT
Editor : MSR








